Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingat tragedi tumpahan minyak Montara yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2009. Insiden ini masih memberikan dampak yang signifikan terhadap perekonomian masyarakat NTT hingga saat ini. Hal ini terungkap setelah pertemuan Purbaya dengan Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB), Ferdi Tanoni, di Kantor Kementerian Keuangan beberapa waktu lalu.
Purbaya menyatakan, "Saya dan Pak Ferdi (Tanoni) pernah bersama-sama tergabung dalam Satgas Montara sekitar tahun 2018. Dalam pertemuan ini, kami berdiskusi mengenai perkembangan kondisi masyarakat NTT, khususnya mereka yang terdampak kerugian lingkungan dan kerugian ekonomi akibat tumpahan minyak Montara di Laut Timor pada tahun 2009.”
Dampak Ekonomi yang Masih Dirasakan
Dalam diskusi tersebut, mereka juga membahas kerugian ekonomi yang dialami oleh nelayan, petani rumput laut, dan pelaku usaha kecil di wilayah pesisir NTT. Purbaya menekankan bahwa dampak dari tumpahan minyak Montara yang terjadi pada tahun 2009 masih dirasakan oleh masyarakat setempat. Ia menjelaskan bahwa hasil tangkapan nelayan menurun, aktivitas budidaya terganggu, dan banyak masyarakat mengalami penurunan pendapatan.
Purbaya menegaskan pentingnya memandang masalah lingkungan tidak hanya sebagai isu ekologis, tetapi juga sebagai masalah ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Ia menyatakan, "Kami juga membahas berbagai hal terkait upaya penyelesaian penyaluran hak ganti rugi bagi masyarakat terdampak. Aspirasi masyarakat perlu terus dikawal agar proses penyelesaiannya berjalan dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku.”
Kunjungan ke NTT untuk Memantau Kondisi
Sebagai langkah lanjut dari pertemuan tersebut, Purbaya berencana untuk mengunjungi NTT dalam waktu dekat. Melalui kunjungan ini, ia ingin melihat secara langsung kondisi di lapangan dan mendengarkan masukan dari masyarakat serta para pemangku kepentingan. Ia berharap, "Semoga ikhtiar bersama ini dapat memberikan kepastian, keadilan, dan manfaat bagi masyarakat yang terdampak.”