Saturday, 15 August 2026
Finansial

Purbaya Ingat Kembali Proses Investasi Hyundai dalam Pembangunan Pabrik EV di Indonesia

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingat kembali pengalamannya dalam merealisasikan investasi Hyundai untuk pabrik kendaraan listrik di Indonesia, yang hanya memerlukan waktu empat bulan untuk...

D
Dimas Adhyaksa Putra
06 August 2026 70 pembaca
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (5/8/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (5/8/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
suara.com Sumber: suara.com

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenang perannya dalam merealisasikan investasi Hyundai melalui pembangunan pabrik kendaraan listrik (EV) di Indonesia pada tahun 2022. Dalam acara GIIAS 2026 yang berlangsung di Tangerang, Purbaya menagih komitmen Hyundai terkait produksi pabrik tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya bertanya kepada perwakilan Hyundai mengenai progres produksi kendaraan listrik yang telah mereka lakukan. "Apakah ada orang Hyundai di sini? Anda sudah bikin EV berapa di sini? Berapa persen? Dulu katanya waktu inves, janji mau bikin pabrik EV-nya. Sudah berapa persen sekarang? Ayo teriak," ungkapnya di hadapan peserta acara.

Proses Perizinan yang Cepat

Purbaya kemudian menceritakan pengalamannya saat membantu realisasi investasi Hyundai ketika masih menjabat di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, yang dipimpin oleh Luhut Binsar Pandjaitan. Ia menjelaskan bahwa Hyundai hanya memerlukan waktu empat bulan untuk menyelesaikan proses perizinan sebelum melakukan peletakan batu pertama untuk pabrik EV pertama mereka di Indonesia.

"Jadi waktu Hyundai datang ke sini, dia bilang 'Kita ingin pabrik, buat pabrik di Indonesia. Tapi kami ingin dukungan penuh. Ya sudah kamu dukung apa? Terserah Anda bisa dukung apa'. Saya bilang saya dukung semua. Jadi sejak dia datang, sampai ground break, cuma butuh empat bulan, gratis lagi," kenang Purbaya.

Pengurusan Perizinan yang Efisien

Setelah itu, Hyundai hanya perlu mendatangi kantor Kemenko Marves untuk mengurus semua perizinan yang diperlukan. Purbaya menjelaskan bahwa ia hanya perlu memanggil pihak-pihak terkait untuk membantu proses tersebut. Jika ada izin yang diperlukan, ia dapat memanggil Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kementerian Perdagangan untuk izin impor barang. Untuk izin pajak, ia juga melibatkan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

"Dalam waktu empat bulan, mereka berhasil melakukan peletakan batu pertama," lanjut Purbaya. PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) telah meresmikan pabrik pertamanya di kawasan Asia Tenggara yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi mencapai 250.000 unit per tahun dan akan menjadi pabrik otomotif pertama yang memproduksi Battery Electric Vehicles (BEV) secara massal, dimulai dengan model IONIQ 5.

// Artikel Terkait