Sunday, 16 August 2026
Finansial

Protes Peternak Ayam Akibat Pemadaman Listrik, Tuntut Pertanggungjawaban PLN

Pemadaman listrik bergilir di Kalimantan Tengah menyebabkan kerugian besar bagi peternak ayam, mendorong mereka untuk mengajukan protes dan tuntutan pencopotan Direktur Utama PLN.

R
Reza Mahendra
04 August 2026 54 pembaca
Ilustrasi Peternak ayam petelur [Foto: Suarajatimpost]
Ilustrasi Peternak ayam petelur [Foto: Suarajatimpost]
suara.com Sumber: suara.com

Peternak ayam di Kalimantan Tengah mengungkapkan kerugian yang signifikan akibat pemadaman listrik bergilir yang terjadi di daerah tersebut. Mereka bahkan mengirimkan bangkai ayam ke kantor PLN sebagai bentuk protes atas kerugian yang mencapai Rp360 juta per kandang.

Aksi protes ini dipimpin oleh Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) dan Persatuan Insan Perunggasan (Insar) Kalimantan Tengah. Mereka menyegel Kantor PLN UP3 Palangka Raya dan mengirimkan bangkai ayam yang membusuk sebagai simbol ketidakpuasan terhadap layanan kelistrikan yang buruk. Sistem kandang tertutup yang digunakan oleh mayoritas peternak sangat bergantung pada pasokan listrik untuk menjaga sirkulasi udara. Ketika listrik padam, suhu dalam kandang meningkat drastis, menyebabkan kematian ayam secara massal.

Desakan Tindakan Konkret dari PLN

Peternak melaporkan kerugian yang dialami bisa mencapai ratusan juta rupiah, dengan satu kandang berkapasitas sekitar 40 ribu ekor ayam mengalami kerugian hingga Rp360 juta. Aksi protes ini menjadi viral di media sosial, terutama di TikTok, di mana unggahan akun @akunCeritaOomBM menunjukkan bangkai ayam yang dikirim ke kantor PLN sebagai bentuk kekecewaan.

Dalam unggahan tersebut, dinyatakan bahwa tindakan ekstrem diperlukan agar manajemen PLN dapat merasakan dampak dari pemadaman listrik yang merugikan masyarakat. "Harus pakai cara ekstrem begini supaya telinga dan empati manajemen PLN berfungsi," tulis akun tersebut.

Permintaan Maaf Tak Cukup

Koordinator Nasional Gerakan Santri Biru Kuning (GSBK), Febri Yohansyah, juga menuntut agar Presiden Prabowo Subianto mencopot Darmawan Prasodjo dari jabatan Direktur Utama PLN. Menurutnya, permintaan maaf yang sering disampaikan oleh manajemen PLN tidak lagi memadai untuk mengatasi kerugian yang dialami oleh masyarakat.

Febri menegaskan, "Permintaan maaf saja tidak cukup. Seharusnya ada langkah konkret, termasuk menghitung dan mengganti kerugian yang dialami pelanggan akibat pemadaman listrik." Ia juga mengkritik pola yang sama yang terus terulang setiap kali terjadi gangguan kelistrikan berskala besar.

Sementara itu, General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menjelaskan bahwa pemadaman bergilir disebabkan oleh gangguan pada beberapa pembangkit listrik. Gangguan ini berawal dari kerusakan generator di PLTU Asam-Asam, serta dua unit pembangkit milik Independent Power Producer (IPP) yang mengalami kebocoran pada pipa boiler dan turbin. Hal ini mengakibatkan penurunan kemampuan pasokan listrik ke sistem.

PLN pun menerapkan pengaturan beban terbatas di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah untuk menjaga keandalan sistem selama proses pemulihan. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan listrik, terutama pada pukul 18.00-21.00 WIB, serta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama pemadaman bergilir.

// Artikel Terkait