Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan lonjakan yang mengesankan sebesar 7,38 persen dan berhasil mencapai level 6.007 poin pada akhir pekan lalu. Kenaikan ini terjadi di tengah aksi jual besar-besaran yang dilakukan oleh investor asing, yang mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp6,08 triliun selama satu minggu terakhir, terutama pada saham-saham di sektor perbankan dengan kapitalisasi besar.
Kenaikan IHSG ini menunjukkan ketahanan ekonomi nasional serta sentimen positif yang muncul seiring meredanya ketegangan geopolitik di pasar ekuitas Asia. Meskipun terjadi penjualan bersih yang signifikan oleh pemodal global, pertumbuhan indeks ini menunjukkan bahwa likuiditas dari investor domestik tetap kuat. Para pelaku pasar lokal menunjukkan ketahanan dan responsif terhadap tekanan jual dari luar.
Aksi Pelepasan Saham oleh Investor Asing
Sektor finansial dengan kapitalisasi besar menjadi sasaran utama dalam aksi jual yang dilakukan oleh investor asing. Saham BBRI menjadi yang paling banyak dilepas, dengan nilai divestasi harian mencapai Rp1,92 triliun, atau sekitar 31 persen dari total penjualan bersih pasar dalam seminggu. Beberapa korporasi sekuritas global yang terlibat dalam pelepasan ini antara lain UBS Sekuritas, Macquarie Sekuritas, dan JP Morgan Sekuritas.
Berdasarkan data yang ada, institusi global yang terlihat mengambil posisi jual pada BBRI termasuk Brown Advisory dan Principal Global Investors. Di posisi kedua, saham BMRI juga mengalami penjualan bersih oleh asing senilai Rp503,29 miliar, dengan tekanan jual utama berasal dari UBS Sekuritas dan JP Morgan Sekuritas.
Pergerakan Saham BBCA dan Respons Pasar
Saham BBCA, yang memiliki bobot indeks besar, juga tidak terhindar dari tekanan. Harga saham ini sempat turun di bawah Rp5.000 akibat aksi jual agresif dari UBS Sekuritas yang mencapai Rp2,2 triliun. Namun, beberapa investor asing dan domestik memanfaatkan momen ini untuk melakukan akumulasi beli. Macquarie Sekuritas dan Verdhana Sekuritas tercatat melakukan pembelian signifikan, yang berhasil mengangkat harga saham BBCA hingga 17 persen dalam seminggu, mendekati level Rp6.000 per lembar dan mengurangi nilai penjualan bersih menjadi Rp412,8 miliar.
Dengan adanya dinamika ini, prospek saham-saham BUMN tetap menarik untuk diperhatikan oleh para investor, terutama dalam konteks pergerakan IHSG yang menunjukkan ketahanan di tengah tekanan penjualan dari investor asing.