Sunday, 16 August 2026
Kesehatan

Pria Muda Asal Florida Raih Gelar Profesor Termuda di Dunia

Seorang pria berusia 18 tahun dari Florida, Nathan Thomas, berhasil mencetak rekor sebagai profesor pria termuda di dunia setelah diakui oleh Guinness World Records.

R
Reza Mahendra
03 August 2026 57 pembaca
Foto: Getty Images/iStockphoto/Liliboas
Foto: Getty Images/iStockphoto/Liliboas

Seorang pria bernama Nathan Thomas yang berasal dari Florida, Amerika Serikat, telah membuat sejarah dengan meraih gelar sebagai profesor pria termuda di dunia. Gelar ini diakui oleh Guinness World Records (GWR) setelah ia resmi menjabat sebagai dosen teknik di usia yang belum genap 19 tahun.

Nathan Thomas menjadi profesor pria termuda saat ia menerima posisi mengajar di Miami Dade College pada usia 18 tahun dan 346 hari. Pencapaian ini memecahkan rekor yang telah bertahan selama lebih dari tiga abad. Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh Colin Maclaurin, seorang matematikawan asal Skotlandia, yang menjadi profesor pada usia 19 tahun di awal abad ke-18. Thomas juga hanya terpaut 16 hari dari rekor profesor perempuan termuda, Alia Sabur, yang menjadi profesor pada usia 18 tahun dan 362 hari pada tahun 2008.

Pengalaman Mengajar di Usia Muda

Nathan mulai mengajar mata kuliah COP 2270: C for Engineers di Miami Dade College pada bulan Agustus 2023. Menariknya, banyak mahasiswa di kelasnya yang memiliki usia hampir sama dengannya. Ia menyatakan, "Begitu berada di lingkungan kampus, semua orang datang dengan tujuan yang sama, yaitu belajar. Jadi usia sebenarnya tidak terlalu menjadi faktor," saat ini ia berusia 21 tahun.

Ia menekankan bahwa fokus utamanya adalah memberikan materi yang terbaik dan membantu mahasiswa dalam memahami pelajaran. "Saya hanya mencoba melakukan pekerjaan saya dengan baik dan membantu mahasiswa semampu saya. Selama mereka mau berusaha, itu yang paling penting bagi saya," ungkapnya.

Perjalanan Akademik yang Menginspirasi

Perjalanan akademik Nathan terbilang luar biasa. Ia mulai mengikuti program kuliah ganda di Miami Dade College saat baru berusia 10 tahun. Pada usia 14 tahun, ia melanjutkan pendidikan di Florida International University. Dalam waktu empat tahun, Nathan berhasil meraih gelar sarjana dan magister teknik elektro dengan predikat kehormatan.

Sejak kecil, Nathan telah menunjukkan kecintaan yang besar terhadap matematika. Ia berasal dari keluarga insinyur dan mengakui bahwa ibunya memiliki peran penting dalam membentuk cara berpikirnya. "Ibu saya selalu bisa membuat hal-hal yang rumit terasa sederhana. Saya rasa itu sangat memengaruhi cara saya belajar," jelasnya.

Nathan merasa momen paling memuaskan sebagai pengajar adalah ketika mahasiswa akhirnya memahami konsep yang sebelumnya sulit. "Bagian yang paling saya sukai adalah ketika melihat sesuatu akhirnya 'klik' di kepala mahasiswa. Kita bisa melihat langsung saat konsep yang sebelumnya terasa mustahil tiba-tiba menjadi masuk akal," katanya.

Ia juga menambahkan bahwa mengajar membuatnya terus belajar. "Mengajarkan sesuatu memaksa kita memahaminya pada level yang berbeda. Jadi saya merasa belajar sebanyak, bahkan mungkin lebih banyak, dibanding mahasiswa saya sendiri," tambahnya.

Saat ini, Nathan masih mengajar secara daring sambil menempuh pendidikan Juris Doctor di University of Miami School of Law. Ia menargetkan untuk lulus pada tahun 2028 dan bercita-cita berkarier di bidang hukum kekayaan intelektual, khususnya yang berkaitan dengan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Ia percaya bahwa latar belakang tekniknya membantunya dalam studi hukum. "Teknik mengajarkan saya cara memecah masalah yang rumit secara sistematis. Pendekatan itu sangat membantu saya sekarang saat belajar hukum," tutupnya.

// Artikel Terkait