Sunday, 16 August 2026
Tekno

Prediksi Samsung: Krisis Chip Akan Berlanjut Hingga 2028

Samsung Electronics memperkirakan bahwa kelangkaan semikonduktor global akan semakin parah dan bertahan hingga tahun 2028, terutama karena tingginya permintaan dari pusat data kecerdasan buatan.

D
Dewi Kartika Lestari
31 July 2026 58 pembaca
Samsung memperkirakan kelangkaan cip global hingga 2028 imbas permintaan tinggi dari pusat data AI. (Foto: AFP/YUICHI YAMAZAKI)
Samsung memperkirakan kelangkaan cip global hingga 2028 imbas permintaan tinggi dari pusat data AI. (Foto: AFP/YUICHI YAMAZAKI)

Samsung Electronics memproyeksikan bahwa kelangkaan cip semikonduktor di seluruh dunia akan terus berlanjut dan bahkan memburuk hingga tahun 2028. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan dari pusat data yang berfokus pada kecerdasan buatan (AI).

Perusahaan yang merupakan produsen cip memori terbesar di dunia ini juga mengumumkan telah menjalin perjanjian pasokan jangka panjang dengan sejumlah operator pusat data besar. Samsung telah menandatangani kontrak dengan lima perusahaan pusat data terkemuka di dunia dan sedang dalam proses negosiasi dengan lima perusahaan besar lainnya. Namun, identitas mitra tersebut tidak diungkapkan.

Permintaan Kontrak Jangka Panjang

"Hampir semua pelanggan meminta kontrak pasokan selama beberapa tahun," ungkap Wakil Presiden Eksekutif Bisnis Memori Samsung, Jaejune Kim, dalam laporan keuangan yang dirilis pada Kamis (30/7).

Samsung menargetkan agar kontrak jangka panjang ini mencakup sekitar dua pertiga dari total produksi memorinya. Menurut Kim, kontrak tersebut akan berlangsung minimal selama lima tahun dan biasanya mencakup pembayaran di muka serta batas harga minimum. Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko investasi modal serta paparan terhadap fluktuasi siklus industri cip.

Kekhawatiran Investor dan Kinerja Saham

Meskipun prospek permintaan terlihat kuat, para investor tetap khawatir mengenai besarnya belanja infrastruktur AI dari perusahaan teknologi dan meningkatnya persaingan dari China. Saham Samsung sempat mengalami kenaikan hingga 8,4 persen, tetapi akhirnya ditutup turun sebesar 0,7 persen. Di sisi lain, saham SK Hynix, sebagai pesaing, mengalami penurunan sebesar 5,6 persen.

"Narasi mengenai cip telah melemah. Investor mempertanyakan seberapa lama margin tertinggi mereka dapat dipertahankan," kata analis dari Mirae Asset Securities, Kim Seok-hwan.

Unit semikonduktor Samsung mencatatkan margin laba operasional sebesar 70 persen pada kuartal kedua tahun ini. Laba operasional unit semikonduktor tersebut mencapai 89,2 triliun won atau sekitar US$61,7 miliar, meningkat lebih dari 250 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara keseluruhan, laba operasional Samsung mencapai 89,5 triliun won, dengan pendapatan yang naik 130 persen menjadi 171,5 triliun won.

Namun, kenaikan harga cip justru memberikan dampak negatif pada bisnis perangkat seluler Samsung, yang mencatat kerugian sebesar 700 miliar won dan mengalami kerugian kuartalan pertamanya. "Cip yang memperkaya satu sisi Samsung kini merugikan sisi lainnya," jelas analis eToro, Josh Gilbert.

Dia menambahkan bahwa kondisi ini membuat Samsung semakin bergantung pada harga cip memori dan keberlanjutan permintaan dari perusahaan pusat data berskala besar. Laba kuartalan Samsung bahkan melampaui total pendapatannya selama tiga tahun terakhir, dengan posisi kas bersih perusahaan mencapai 167 triliun won pada akhir Juni.

// Artikel Terkait