Wednesday, 10 June 2026
Politik & Hukum

Prabowo: Negara yang Merasa Unggul Kini Meminta Beras dari Indonesia

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa beberapa negara yang sebelumnya merasa lebih unggul kini datang ke Indonesia untuk membeli beras di tengah krisis pangan global.

D
Doni Setiawan
18 May 2026 13 pembaca
Prabowo: Negara yang Merasa Unggul Kini Meminta Beras dari Indonesia
Prabowo Sebut Ada Negara Merasa Lebih Hebat, Kini Minta Beli Beras dari Indonesia
jpnn.com Sumber: jpnn.com

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa sejumlah negara yang selama ini merasa lebih superior kini berkunjung ke Indonesia untuk membeli beras, terutama di tengah situasi krisis pangan yang melanda dunia. Pernyataan tersebut disampaikan saat peresmian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada hari Sabtu, 16 Mei 2026, yang disiarkan secara daring melalui saluran YouTube Sekretariat Presiden.

"Sekarang banyak negara minta beli beras dari kita. Tetangga-tetangga kita, mereka-mereka yang lebih hebat dari kita, yang menganggap dirinya lebih hebat dari kita, kan begitu, tapi sekarang harus datang ke Indonesia, minta, boleh enggak kita beli beras," ujar Prabowo.

Permintaan Beras dari Negara Lain

Prabowo menambahkan bahwa beberapa negara telah meminta izin untuk membeli beras dari Indonesia setelah negara-negara produsen utama menghentikan ekspor pangan mereka. Ia menyebutkan bahwa India telah menghentikan ekspor beras, jagung, dan gandum, diikuti oleh Bangladesh, yang membuat sejumlah negara mencari pasokan beras dari Indonesia.

Presiden ke-8 RI tersebut menegaskan bahwa Indonesia akan tetap membantu negara-negara yang membutuhkan dengan menjual beras, namun harga yang ditetapkan harus tetap menguntungkan bagi petani lokal. "Saya bilang, beri. Kalau mereka butuh, kita harus bantu. Kita jual kepada mereka, tapi harganya ya yang oke lah. Jangan petani kita korban. Harga harus minimal untung dikit lah. Pak Amran (Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman) ya, Dirut Bulog, jangan jual terlalu murah ya. Jangan ngegetok, tapi jangan jual terlalu murah," jelasnya.

Pentingnya Keamanan Pangan

Presiden juga menekankan pentingnya menjaga harga beras agar tidak terlalu murah, mengingat pemerintah harus memprioritaskan keamanan pangan dalam negeri di tengah potensi krisis yang berkepanjangan. Prabowo mengungkapkan bahwa ada negara yang meminta potongan harga dalam pembelian beras dari Indonesia di tengah kondisi krisis global saat ini. "Jadi, ada juga yang mau beli beras, habis itu minta korting. Korting banyak banget lagi, ini yang krisis dunia ini," tuturnya.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa pangan merupakan isu yang krusial bagi keberlangsungan hidup suatu bangsa dan tidak bisa dipandang hanya sebagai komoditas. Ia berpendapat bahwa keberlangsungan hidup suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh harga yang lebih murah, tetapi juga oleh ketersediaan pangan itu sendiri.

Prabowo juga menyatakan bahwa kondisi pangan nasional yang lebih aman membuat Indonesia relatif lebih siap menghadapi berbagai krisis global. Ia menjelaskan pemahamannya tentang pentingnya pangan yang dipengaruhi oleh latar belakangnya sebagai mantan tentara, komandan, dan panglima.

Presiden menekankan bahwa kebutuhan pangan selalu menjadi hal utama yang diperiksa sebelum pasukan melakukan operasi militer. "Sebelum kita berangkat operasi, kita cek berapa beras yang kita punya. Kalau pasukan tidak ada beras, kalau pasukan tidak makan, tidak bisa perang, saudara-saudara sekalian," ungkap Prabowo.

// Artikel Terkait