Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa program makan bergizi gratis (MBG) masih menghadapi sejumlah kekurangan. Saat ini, lebih dari 3 ribu dapur MBG atau satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) telah ditutup.
Prabowo menyampaikan hal tersebut dalam rapat paripurna DPR RI ke-19 yang berlangsung pada Rabu, 20 Mei 2026. Ia mengakui, "Kita mengakui bahwa dalam pengelolaan MBG masih banyak kekurangan. Kita sudah tutup lebih dari 3 ribu dapur." Dengan pengakuan ini, Prabowo meminta para kepala daerah dan pejabat terkait untuk melaporkan setiap temuan yang dianggap tidak sesuai di lapangan. Ia juga berharap agar dilakukan pemeriksaan secara intensif terhadap dapur-dapur MBG di berbagai daerah.
Pemeriksaan Dapur MBG
Prabowo menambahkan, "Saya sudah minta para pejabat, dan saya persilahkan anggota DPR, bupati, di mana-mana silahkan periksa semua dapur, kalau ada yang tidak sesuai laporkan segera akan segera kita tindak." Meskipun terdapat kekurangan, ia menekankan bahwa manfaat dari program ini telah dirasakan oleh lebih dari 62,4 juta penerima setiap hari. Penerima manfaat mencakup 6,3 juta balita, 868 ribu ibu hamil, dan 2 juta ibu menyusui yang menjadi prioritas dalam program ini.
Target Penerima Manfaat MBG
Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan bahwa program MBG juga akan menjangkau 500 ribu lansia yang hidup sendiri dan membutuhkan asupan makanan bergizi. "Kita juga akan memberi MBG ke 500 ribu lansia yang tinggal sendiri, hidup sebatang kara dan yang membutuhkan makan bergizi," ujarnya.
Dengan demikian, meskipun masih menghadapi tantangan, Prabowo tetap optimis bahwa program ini akan terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat.