JAKARTA - Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Indonesia Political Opinion (IPO) berjudul Evaluasi Kebijakan Publik dan Stabilitas Sosial-Politik Nasional, Presiden RI Prabowo Subianto berada di posisi teratas dalam hal elektabilitas. Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, menyatakan bahwa Prabowo berpotensi terpilih kembali sebagai Presiden RI jika pemilihan dilakukan saat ini, dengan simulasi terbuka yang memberikan kebebasan kepada responden untuk menjawab.
Dalam simulasi tersebut, Prabowo memperoleh elektabilitas sebesar 23,4 persen, menjadikannya sebagai kandidat dengan dukungan tertinggi. Namun, Dedi mengingatkan bahwa pencapaian ini tidak jauh berbeda dengan pesaingnya, Dedi Mulyadi (KDM) dan mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. "Ya, memang tidak signifikan meninggalkan nama-nama yang lain," ungkap Dedi.
Persaingan Ketat di Panggung Politik
Elektabilitas KDM tercatat sebesar 21,7 persen, sedangkan Anies berada di angka 11,5 persen. Dedi menekankan bahwa posisi Prabowo belum sepenuhnya aman dari ancaman pesaing. Keberlanjutan dukungan masyarakat, menurutnya, sangat bergantung pada efektivitas kebijakan pemerintah yang dapat dirasakan manfaatnya oleh publik. "Ingatan publik semacam ini perlu dijaga, tentu dengan kebijakan yang dekat dengan kebutuhan publik," jelas Dedi. Ia menambahkan bahwa jika semua program yang dijalankan Presiden mendapat penilaian positif, maka peluang Prabowo untuk memenangkan kontestasi di periode kedua akan semakin besar.
Hasil Survei dan Elektabilitas Lainnya
Setelah Anies, tokoh dengan elektabilitas tertinggi berikutnya menurut IPO adalah Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan 4,5 persen, diikuti oleh eks Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (4,1 persen), dan Gibran Rakabuming Raka (3,9 persen). Sementara itu, sejumlah tokoh lainnya mendapatkan dukungan di bawah tiga persen, seperti Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda (2,1 persen), mantan Menko Polhukam, Mahfud MD (1,7 persen), dan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (1,5 persen).
Namun, ketika IPO melakukan simulasi dengan sepuluh nama, elektabilitas Prabowo tidak lagi menjadi yang tertinggi. Dalam simulasi tersebut, Prabowo meraih 19,0 persen, menjadikannya sebagai kandidat dengan dukungan tertinggi kedua. KDM muncul sebagai yang teratas dengan 29,5 persen, diikuti oleh Anies (12,7 persen), AHY (5,8 persen), Gibran (5,1 persen), dan Ganjar (4,6 persen).
Survei IPO dilaksanakan dari 27 Juli hingga 3 Agustus 2026, melibatkan 1.200 responden yang dipilih melalui metode multistage random sampling. Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar 2,9 persen.