Wednesday, 10 June 2026
Tekno

Prabowo Klaim Sebagai Korban Deepfake: Suara Menyentuh Hati dan Kemampuan Berbahasa Arab

Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dirinya menjadi korban teknologi deepfake, yang menampilkan suara dan kemampuan berbahasa Arab yang mengesankan, diungkapkan dalam sebuah acara baru-baru ini.

N
Nabila Safira Putri
08 April 2026 20 pembaca
Prabowo Klaim Sebagai Korban Deepfake: Suara Menyentuh Hati dan Kemampuan Berbahasa Arab
Sumber gambar: cnnindonesia.com

Dalam sebuah pernyataan yang menghebohkan, Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, mengklaim bahwa ia menjadi korban teknologi deepfake. Ia mengungkapkan pengalamannya tersebut dalam acara yang diselenggarakan di Jakarta, di mana ia menyoroti potensi bahaya dari teknologi pemalsuan yang semakin canggih ini. Prabowo menegaskan, "Saya pernah mendengar suara yang sangat mirip dengan saya, berbicara bahasa Arab dengan sangat fasih." Pernyataan ini menciptakan kehebohan di kalangan masyarakat, terutama terkait dengan penggunaan teknologi untuk menyebarkan informasi yang menyesatkan.

Deepfake, yang merupakan teknologi yang memungkinkan pengguna untuk memproduksi audio dan video yang tampak realistik dengan memanipulasi rekaman yang ada, semakin menjadi perhatian global. Dalam konteks ini, Prabowo menyoroti dampak negatif dari deepfake, terutama di dunia politik. Ia menjelaskan bahwa sebuah rekaman yang menyajikan dirinya tengah berbicara dalam bahasa Arab, dengan intonasi yang sangat meyakinkan, telah beredar di media sosial. "Hal ini bisa menyesatkan masyarakat dan merusak citra diri saya," tambahnya, menunjukkan kekhawatirannya terhadap implikasi serius dari fenomena ini.

Prabowo juga mengingatkan bahwa teknologi ini tidak hanya berpotensi mempengaruhi politik, tetapi juga dapat digunakan untuk tujuan yang lebih luas, seperti penipuan dan disinformasi. "Apa yang terjadi pada saya adalah contoh nyata dari bagaimana teknologi dapat disalahgunakan," ujarnya. Dalam kesempatan itu, Prabowo mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah dalam menangani permasalahan ini, terutama terkait dengan regulasi penggunaan teknologi deepfake.

Pihak kepolisian juga memberikan tanggapan atas pernyataan Prabowo. Salah satu perwira senior menyatakan, "Kami sedang menyelidiki fenomena deepfake yang melibatkan tokoh publik. Kami akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengatasi masalah ini." Mereka menggarisbawahi pentingnya kesadaran masyarakat akan potensi bahaya dari media yang dipalsukan, serta perlunya edukasi tentang cara mengenali konten yang tidak autentik.

Dalam penutupan, Prabowo menekankan pentingnya masyarakat untuk tetap kritis terhadap informasi yang diterima serta menggunakan teknologi dengan bijak. Ia berharap agar kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam menghadapi kemajuan teknologi. Dengan langkah-langkah pengawasan yang tepat, diharapkan penyebaran informasi palsu dapat diminimalisir, sehingga masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan kebenaran.

Kejadian ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi, meskipun membawa banyak kemudahan, juga perlu diimbangi dengan kesadaran akan risiko yang menyertainya. Dengan terus melibatkan semua elemen masyarakat dan otoritas terkait, harapannya adalah untuk menciptakan lingkungan informasi yang lebih aman dan terpercaya.

Tidak ada tag untuk artikel ini

// Artikel Terkait