Wednesday, 10 June 2026
Kesehatan

Pola Makan Hara Hachi Bu Orang Jepang untuk Kesehatan dan Umur Panjang

Kebiasaan makan orang Jepang, khususnya prinsip hara hachi bu, diyakini berkontribusi pada kesehatan dan umur panjang. Prinsip ini mengajarkan untuk berhenti makan saat kenyang sekitar 80 persen.

A
Aryani Sarasvati
05 May 2026 15 pembaca
Pola Makan Hara Hachi Bu Orang Jepang untuk Kesehatan dan Umur Panjang
Foto ilustrasi: Getty Images/west

Jakarta - Kebiasaan makan yang sederhana dapat memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan jangka panjang. Di Jepang, terdapat sebuah prinsip yang dianggap berperan dalam meningkatkan harapan hidup masyarakatnya, yaitu hara hachi bu, yang berarti makan hingga sekitar 80 persen kenyang.


Prinsip ini berasal dari ajaran Konfusianisme dan telah diterapkan di berbagai wilayah di Jepang yang dikenal memiliki harapan hidup yang tinggi. Hara hachi bu bukanlah tentang membatasi makanan secara ekstrem, melainkan tentang melatih kesadaran saat makan. Dengan demikian, individu didorong untuk berhenti sebelum merasa benar-benar kenyang, sambil lebih peka terhadap sinyal lapar dan kenyang dari tubuh.


Pendekatan ini mulai dilihat sebagai cara yang lebih realistis untuk menjaga berat badan. Meskipun belum ada penelitian yang menguji aturan '80 persen kenyang' secara terpisah, studi pada populasi yang menerapkannya menunjukkan bahwa mereka cenderung mengonsumsi kalori lebih sedikit sepanjang hari. Selain itu, pola ini juga terkait dengan indeks massa tubuh yang lebih rendah dan kenaikan berat badan yang lebih kecil seiring waktu.


Menariknya, pada kelompok pria, kebiasaan ini berhubungan dengan pola makan yang lebih sehat, termasuk konsumsi sayuran yang lebih tinggi dan ketergantungan yang lebih rendah pada makanan berbasis biji-bijian. Secara konseptual, hara hachi bu mirip dengan pendekatan mindful eating, yang mendorong individu untuk benar-benar memperhatikan apa yang mereka makan, sehingga dapat mengurangi kebiasaan makan emosional dan meningkatkan kualitas pola makan secara keseluruhan.


Manfaat dari pendekatan ini tidak hanya terbatas pada angka di timbangan. Pendekatan yang lebih santai dan tidak menekan ini dianggap lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang dibandingkan dengan diet ketat, sehingga perubahan gaya hidup sehat dapat lebih berkelanjutan dan mengurangi risiko kenaikan berat badan kembali.


Namun, gaya hidup modern sering kali membuat orang kehilangan kesadaran saat makan, dengan sekitar 70 persen orang dewasa dan anak-anak menggunakan perangkat digital saat makan. Kebiasaan ini juga dikaitkan dengan asupan kalori yang lebih tinggi dan konsumsi buah serta sayur yang lebih rendah. Melalui prinsip hara hachi bu, individu diajak untuk kembali menikmati makanan secara utuh, bukan hanya untuk mengenyangkan perut, tetapi juga memahami kebutuhan tubuh.


Pendekatan sederhana ini dianggap dapat membantu pencernaan, memperbaiki hubungan dengan makanan, dan mendukung kesehatan jangka panjang. Dengan kata lain, rahasia umur panjang ala Jepang bukanlah tentang makan lebih sedikit, melainkan tentang mengetahui kapan harus berhenti.


// Artikel Terkait