Sunday, 16 August 2026
Finansial

PHK Massal di Tokopedia: Dampak Akuisisi oleh TikTok

Tokopedia mengalami pemutusan hubungan kerja secara besar-besaran yang mempengaruhi sekitar 2.250 karyawan sebagai bagian dari efisiensi operasional setelah akuisisi oleh TikTok.

L
Lucas Fabian
03 July 2026 89 pembaca
Ilustrasi Tokopedia. [Suara.com/Dythia]
Ilustrasi Tokopedia. [Suara.com/Dythia]
suara.com Sumber: suara.com

ByteDance, sebagai pemilik mayoritas Tokopedia, telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 2.250 karyawan sebagai langkah untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Restrukturisasi ini bertujuan untuk merampingkan divisi riset dan pengembangan dalam mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Platform e-commerce besar, Tokopedia, sedang menjalani proses PHK yang signifikan terhadap karyawannya. Induk usaha TikTok, ByteDance, dilaporkan telah mengurangi jumlah pegawai di beberapa divisi hingga mencapai 90 persen. Sebagai informasi, TikTok menjadi pemegang saham mayoritas Tokopedia setelah menyelesaikan akuisisi 75 persen saham perusahaan tersebut pada akhir tahun 2023. Langkah efisiensi ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah perusahaan.

Estimasi Karyawan yang Terdampak

Akibat dari serangkaian pengurangan dan integrasi operasional pasca-akuisisi, jumlah karyawan Tokopedia diperkirakan menyusut drastis, menyisakan sekitar 10 persen dari total tenaga kerja sebelum efisiensi dilakukan, yang sebelumnya berjumlah sekitar 2.500 orang. Dengan perhitungan tersebut, sekitar 2.250 karyawan diperkirakan terdampak oleh kebijakan efisiensi ini, meskipun manajemen belum memberikan penjelasan rinci mengenai hal ini.

Penyusutan jumlah pekerja di perusahaan teknologi ini telah terjadi secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir melalui beberapa fase penting. Sebelum resmi bergabung dengan TikTok Shop, Tokopedia mencatatkan jumlah karyawan, yang biasa disebut Nakama, mencapai puncaknya di angka 7.409 orang. Gelombang pertama PHK terjadi pada pertengahan 2024, setahun setelah akuisisi, di mana perusahaan melakukan penyesuaian yang berdampak pada pemangkasan 450 karyawan (sekitar 9 persen dari total tenaga kerja) untuk menyelaraskan proses integrasi sistem.

Respon Manajemen dan Komitmen Terhadap UMKM

Restrukturisasi yang masif ini meliputi lini riset dan pengembangan, yang menyisakan sekitar 250 pekerja dari sisa 2.500 staf, dengan divisi teknologi menjadi yang paling terdampak. Pihak TikTok mengakui adanya kebijakan restrukturisasi tersebut. Melalui juru bicaranya, manajemen menyatakan bahwa mereka sedang melakukan penataan ulang pada organisasi riset dan pengembangan (R&D).

Manajemen juga menambahkan bahwa keputusan ini diambil murni berdasarkan pertimbangan strategi bisnis jangka panjang dan bukanlah langkah yang mudah. Mereka memastikan akan memprioritaskan hak asasi dan memberikan dukungan penuh kepada para Nakama yang terdampak selama proses transisi pemutusan kerja. Selain langkah perampingan ini, TikTok menegaskan bahwa komitmen investasi mereka untuk memperkuat platform Tokopedia di pasar domestik tetap tidak berubah, dengan fokus pada pemberdayaan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk memperkuat ekosistem perdagangan digital di Indonesia.

// Artikel Terkait