Saturday, 15 August 2026
Tekno

Petisi 16 Juta Tanda Tangan Minta Argentina Dikeluarkan dari Piala Dunia 2026

Argentina menghadapi protes besar meski telah mencapai final Piala Dunia 2026, dengan petisi online yang meminta diskualifikasi tim tersebut dari turnamen.

A
Aulia Rahmawati
18 July 2026 71 pembaca
Petisi 16 Juta Tanda Tangan Minta Argentina Dikeluarkan dari Piala Dunia 2026
Sumber gambar: cnnindonesia.com

Argentina kini tengah mengalami gelombang protes meskipun berhasil mencapai final Piala Dunia 2026. Sebuah petisi daring yang menyerukan agar tim yang dipimpin Lionel Messi itu didiskualifikasi dari turnamen ini telah menarik perhatian publik. Petisi yang diposting di situs argentinaout.com ini menjadi viral, meminta FIFA untuk mengeluarkan Argentina dari kompetisi yang berlangsung di Amerika Utara.

Hingga pagi hari pada Jumat (17/7), tercatat sebanyak 16 juta orang telah menandatangani petisi tersebut, melampaui target awal yang hanya 5 juta tanda tangan. Dalam petisi tersebut, dinyatakan, "Jelas sekali bahwa FIFA dan para wasit memihak Lionel Messi dan Argentina. Mengapa negara-negara lain harus ikut bertanding jika pemenangnya sudah ditentukan? Keluarkan Argentina dari Piala Dunia dan berikan kesempatan yang adil kepada semua tim lainnya."

Kontroversi Pertandingan Melawan Mesir

Petisi ini muncul setelah pertandingan kontroversial antara Argentina dan Mesir di babak 16 besar, di mana Argentina berhasil menang dramatis dengan skor 3-2 setelah sempat tertinggal 0-2. Pelatih timnas Mesir, Hossam Hassan, mengkritik keputusan wasit dalam pertandingan tersebut, menyebutnya tidak adil dan mengklaim bahwa turnamen ini sudah diarahkan untuk mendukung juara bertahan.

Hassan menyatakan, "Wasit tidak adil, Tuhan sudah cukup bagi saya dan dia adalah sebaik-baiknya pengatur segala urusan. Tapi [wasit] menyia-nyiakan perjuangan satu bangsa. Turnamen ini sudah diarahkan untuk Argentina," seperti yang dilaporkan oleh Sky Sports.

Tanggapan dari Pelatih Argentina

Menanggapi tudingan tersebut, pelatih Argentina, Lionel Scaloni, membantah adanya perlakuan istimewa terhadap timnya. Ia berpendapat bahwa tuduhan semacam itu hampir tidak mungkin terjadi di era VAR. Scaloni menambahkan bahwa Argentina telah lama menjadi sasaran tuduhan serupa, bahkan sejak mereka menjuarai Piala Dunia pada tahun 1986.

Scaloni menjelaskan, "Pada tahun 1986, mereka juga mengatakan bahwa Argentina mendapatkan keuntungan yang tidak adil. Ini bukanlah sesuatu yang baru bagi kami."

Para penggagas petisi ini juga mengemukakan beberapa alasan di balik aksi mereka. Mereka menuduh bahwa pertandingan antara Argentina dan Mesir telah 'diatur' agar Argentina bisa menang. Mereka berpendapat bahwa FIFA memberikan keuntungan kepada Albiceleste, yang dianggap berusaha mempertahankan Messi di turnamen ini.

Selain itu, mereka mencatat bahwa Argentina adalah satu-satunya tim dalam sejarah Piala Dunia yang mencapai babak semifinal tanpa menghadapi lawan yang berada di dalam 10 besar ranking FIFA.

// Artikel Terkait