Sunday, 16 August 2026
Politik & Hukum

Perubahan Elektabilitas Prabowo dan Kenaikan Dedi Mulyadi, Dasco: Survei Bersifat Dinamis

Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menanggapi hasil survei yang menunjukkan penurunan elektabilitas Prabowo Subianto dan kenaikan Dedi Mulyadi, dengan menyatakan bahwa angka-angka tersebut bers...

R
Reza Mahendra
31 July 2026 65 pembaca
Elektabilitas Prabowo Drop dan KDM Memelesat, Dasco: Survei Itu Fluktuatif
Elektabilitas Prabowo Drop dan KDM Memelesat, Dasco: Survei Itu Fluktuatif
jpnn.com Sumber: jpnn.com

Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menjelaskan bahwa elektabilitas seorang tokoh politik dapat mengalami perubahan seiring waktu, sesuai dengan hasil survei yang dilakukan oleh lembaga penelitian. Pernyataan ini disampaikan oleh Dasco menanggapi hasil survei dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan penurunan elektabilitas Presiden Prabowo Subianto dan peningkatan elektabilitas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

"Ya, kan, kalau yang nama survei fluktuatif. Kadang naik, kadang turun," ungkap Dasco saat ditemui di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, pada Kamis (30/7). Ia juga menambahkan bahwa hasil survei dari berbagai lembaga seringkali menunjukkan perbedaan, sehingga tidak perlu terlalu khawatir dengan temuan dari SMRC.

Tren Elektabilitas Prabowo dan Dedi Mulyadi

SMRC mencatat bahwa elektabilitas Prabowo Subianto mengalami penurunan berdasarkan survei berjudul Elektabilitas Calon-Calon Presiden. Dalam rilis yang diterima, Peneliti SMRC, Saidiman Ahmad, menyatakan bahwa dalam sembilan bulan terakhir, terdapat penurunan dalam elektabilitas Prabowo pada simulasi semi terbuka.

Elektabilitas Prabowo tercatat pada angka 34,9 persen, yang merupakan yang tertinggi dibandingkan tokoh lainnya pada temuan November 2025. Namun, angka tersebut mengalami penurunan menjadi 33,3 persen pada survei Februari-Maret 2026. Penurunan ini berlanjut, dengan elektabilitas Prabowo anjlok menjadi 14,5 persen dalam survei Juli 2026.

Di sisi lain, Dedi Mulyadi menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dalam sembilan bulan terakhir, berhasil menduduki posisi teratas. "Pada periode yang sama, elektabilitas Dedi Mulyadi naik," demikian bunyi rilis resmi SMRC. Elektabilitas KDM pada November 2025 tercatat 19,7 persen, meningkat menjadi 23,3 persen pada Februari-Maret 2026, dan terus melonjak menjadi 35 persen pada Juli 2026.

Perbandingan dengan Kandidat Lain

Sementara itu, kandidat lain seperti mantan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, mengalami fluktuasi dalam elektabilitasnya. SMRC mencatat bahwa elektabilitas Anies berada di angka 6,1 persen pada November 2025, kemudian meningkat menjadi 10,8 persen pada Februari-Maret 2026, sebelum akhirnya turun lagi menjadi 8,2 persen pada Juli 2026.

Elektabilitas Wakil Presiden Gibran Rakabuming juga menunjukkan tren kenaikan meskipun tidak signifikan. SMRC mencatat bahwa elektabilitas Gibran berada di angka 5 persen pada November 2025, meningkat menjadi 6,8 persen pada Februari-Maret, dan terakhir mencapai 7,7 persen pada Juli 2026.

Survei yang dilakukan oleh SMRC berjudul Elektabilitas Calon-Calon Presiden berlangsung antara 5-19 Juli 2026, melibatkan 749 responden yang dipilih secara acak. Sebagian besar responden, yaitu 83,8 persen, diwawancarai melalui telepon, sementara 16,2 persen lainnya diwawancarai secara tatap muka. Margin of error untuk survei ini ditetapkan sekitar 3,7 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

// Artikel Terkait