Sunday, 17 May 2026
Finansial

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Meningkat Berkat Program Strategis Pemerintah

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen pada triwulan pertama 2026, didorong oleh program-program strategis pemerintah.

L
Lucas Fabian
14 May 2026 7 pembaca
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Meningkat Berkat Program Strategis Pemerintah
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]
suara.com Sumber: suara.com

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama tahun 2026 mencapai angka 5,61 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh percepatan pendanaan dari program-program strategis pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih.

Purbaya menekankan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi melalui penyaluran subsidi yang tepat sasaran serta injeksi likuiditas ke dalam sistem perbankan guna mendukung pembangunan ekonomi nasional. Ia menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi ini tidak terlepas dari program-program unggulan yang diterapkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Program Andalan untuk Pertumbuhan Ekonomi

Menurut Purbaya, saat ini Indonesia telah berhasil keluar dari kondisi pertumbuhan ekonomi yang stagnan di angka 5 persen. Ia mengungkapkan, “Kita sudah keluar dari kutukan pertumbuhan ekonomi 5 persen. Kayaknya kita dikutuk 5 persen atau lebih rendah. Nah ini program-program Bapak Presiden Prabowo ketika mulai kelihatan impact-nya sudah mulai bisa mendorong ekonomi ke arah pertumbuhan yang lebih cepat.”

Purbaya menilai bahwa kunci utama dari pertumbuhan ekonomi terletak pada percepatan pelaksanaan program-program strategis. Ia menjelaskan bahwa dukungan pembiayaan menjadi faktor penting agar program-program tersebut dapat berjalan dengan optimal.

Dukungan Pendanaan untuk Program Strategis

Beberapa program yang mendapatkan dukungan pendanaan cepat antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih atau KDMP), serta sektor pupuk dan energi. “Jadi kalau mereka butuh uang, saya kasih cepat. MBG butuh uang, saya kasih cepat. Koperasi Merah Putih, itu dengan sana ya, dengan Danantara ya. Tapi saya jamin pembayaran cepat. Apalagi pupuk, perlu dana depan, saya bayar tepat waktu di depan, sehingga mereka bisa menghemat cost of fund-nya,” jelasnya.

Pemerintah juga berupaya menjaga daya beli masyarakat sebagai langkah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu langkah tersebut adalah melalui penyaluran subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk mencegah gejolak sosial dan memastikan pembangunan tetap berjalan. Purbaya menjelaskan bahwa subsidi ini dipilah, di mana sebagian dikurangi untuk kalangan yang lebih mampu, namun tetap menjaga stabilitas masyarakat.

“Tapi pilihannya begini, kalau saya cabut subsidi-subsidinya, ribut di mana-mana, saya punya uang juga enggak bisa ngebangun. Jadi lebih baik saya pilih subsidi sebagian di sistem, sebagian dikurangi untuk orang-orang kaya. Tapi masyarakatnya tenang dan kita bisa membangun dengan tenang,” tegasnya.

Pemerintah juga melakukan upaya percepatan penyaluran anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) agar dampaknya merata sepanjang tahun dan tidak menumpuk di akhir tahun. Selain itu, injeksi likuiditas dengan memindahkan Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke sistem perbankan juga disebut sebagai strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

// Artikel Terkait