Sunday, 16 August 2026
Politik & Hukum

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,29 Persen, Rudi Hartono Bangun: “Ini Sinyal Positif”

Rudi Hartono Bangun, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, memberikan apresiasi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,29 persen di kuartal II 2026. Ia menilai hal ini sebagai siny...

A
Arga Pratama
07 August 2026 60 pembaca
Pertumbuhan Ekonomi 5,29 Persen, Rudi Hartono Bangun Merespons, Pakai Frasa “Sinyal Positif’
Pertumbuhan Ekonomi 5,29 Persen, Rudi Hartono Bangun Merespons, Pakai Frasa “Sinyal Positif’
jpnn.com Sumber: jpnn.com

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Rudi Hartono Bangun, merespons positif terhadap hasil kebijakan ekonomi pemerintah yang menunjukkan kinerja baik. Di tengah situasi geopolitik global yang tidak stabil, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mencapai 5,29 persen, yang menandakan bahwa fondasi ekonomi negara ini masih cukup kuat.

Rudi Hartono Bangun menyatakan, "Di tengah ketidakpastian global dan gejolak rantai pasok dunia, ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,29 persen dan melampaui proyeksi para analis. Ini adalah bukti nyata bahwa arah kebijakan ekonomi pemerintah berada pada trek yang benar. Fondasi ekonomi domestik kita terbukti sangat tangguh," dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (6/8/2026) di Jakarta.

Data Pertumbuhan Ekonomi

Menurut rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2026 mencapai 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu kuartal II 2025 yang hanya mencatat pertumbuhan 5,12 persen (yoy). Keberhasilan ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia dapat mempertahankan pertumbuhan di atas 5 persen meskipun dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu.

Rudi Hartono Bangun juga menyoroti bahwa kinerja positif di kuartal II 2026 didorong oleh konsumsi domestik yang kuat dan stimulus fiskal dari pemerintah. Pencairan gaji ke-13 untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri, serta peningkatan penjualan ritel dan kendaraan bermotor, berkontribusi sebagai penyangga terhadap guncangan eksternal.

Catatan Kritis dan Tindakan Selanjutnya

Meski demikian, Rudi Hartono Bangun memberikan catatan penting mengenai penurunan laju pertumbuhan jika dibandingkan dengan kuartal I 2026 yang mencatat pertumbuhan 5,61 persen. Ia menegaskan bahwa penurunan dari 5,61 persen ke 5,29 persen seharusnya menjadi pengingat bagi pemerintah untuk tidak merasa puas.

“Data ini memberikan sinyal ganda. Di satu sisi kita bersyukur fundamental kita kuat, namun di sisi lain tren penurunan dari 5,61 persen ke 5,29 persen adalah warning bagi pemerintah. Kita tidak boleh berpuas diri atau terjebak dalam rasa aman,” ungkapnya.

Rudi juga mendesak agar kementerian dan lembaga terkait, khususnya Kementerian Perdagangan, Kementerian BUMN, dan Kementerian Investasi/BKPM, segera mengambil langkah-langkah akselerasi pada kuartal III dan IV 2026 untuk mengatasi perlambatan ini. Ia menekankan perlunya percepatan penyerapan anggaran modal, kemudahan investasi, serta penguatan daya beli masyarakat.

“Pemerintah harus menggenjot kinerja sektor-sektor manufaktur dan hilirisasi agar mesin pertumbuhan ekonomi nasional dapat kembali melaju kencang menjelang akhir tahun,” tutup Rudi Hartono Bangun.

// Artikel Terkait