Sunday, 16 August 2026
Tekno

Pertarungan Robot Pertama di Dunia Digelar di China, Kepala Robot Terlepas

China baru saja menyelenggarakan pertarungan robot humanoid pertama di dunia yang menarik perhatian banyak orang. Dalam acara ini, dua robot bertarung di dalam arena menyerupai pertarungan UFC.

A
Aryani Sarasvati
28 July 2026 62 pembaca
China menggelar pertarungan robot humanoid pertama di dunia, mirip UFC. Dua robot bertarung di arena hexagon, disaksikan Donnie Yen. (Foto: Tangkapan layar YouTube URKL)
China menggelar pertarungan robot humanoid pertama di dunia, mirip UFC. Dua robot bertarung di arena hexagon, disaksikan Donnie Yen. (Foto: Tangkapan layar YouTube URKL)

China telah mengadakan pertarungan robot humanoid pertama di dunia, yang menjadi sorotan warganet. Dua robot tersebut bertarung layaknya petarung UFC di dalam kandang, dalam acara yang dikenal sebagai Ultimate Robot Knock-out Legend (URKL) yang berlangsung di Shenzhen. Ini merupakan ajang perdana yang diadakan secara global.

Dua robot yang digunakan adalah T800 yang identik, dan mereka saling bertukar pukulan di arena hexagon yang terletak di Nanshan Cultural and Sports Center. Pertandingan ini juga disaksikan oleh aktor bela diri terkenal, Donnie Yen Ji-dan, yang memberikan pujian atas 'daya ledak dan presisi gerakan' kedua robot yang menurutnya sangat mengesankan.

Pengalaman Menyaksikan Pertarungan Robot Secara Langsung

"Sebelumnya saya hanya bisa melihat pertarungan robot di film-film fiksi ilmiah," ungkap Yen. "Hari ini, melihat robot nyata bertarung dan berkompetisi dari jarak dekat, menyaksikan terobosan bersejarah ini secara langsung, sensasinya benar-benar jauh berbeda," tambahnya.

Kedua robot memiliki tinggi 1,73 meter dan berat 75 kilogram, mewakili tim Bullfighter dan White Eagle. Mereka adalah bagian dari 32 peserta yang berasal dari lebih dari 10 negara dan kota di seluruh dunia yang berkompetisi dalam ajang ini. Dalam pertandingan, sebuah tendangan memutar yang akurat dari robot White Eagle membuat kepala robot lawan terlepas. Meskipun kehilangan modul sensor di bagian kepala, robot Bullfighter tetap mampu bertahan menggunakan sistem batang tubuh utama dan algoritmanya, hingga berhasil membalikkan keadaan dan meraih kemenangan dengan skor 3-2.

Kompetisi dan Hadiah Menarik

Lebih dari 200 tim dari berbagai negara dan kota telah mendaftar untuk kompetisi ini, dan akhirnya 32 universitas serta lembaga penelitian terkemuka, termasuk Universitas Tsinghua, Universitas Stanford, Universitas Hong Kong, dan Universitas Zhejiang, berhasil lolos ke ajang perdana URKL. Kompetisi ini menerapkan format yang mencakup kualifikasi terbuka, double round-robin, dan double elimination. Seluruh rangkaian musim akan berlangsung hingga akhir tahun, dengan babak final yang direncanakan di Dubai pada akhir Desember atau awal Januari.

Menurut penyelenggara, hadiah utama dari kompetisi ini adalah sabuk juara yang terbuat dari emas murni seberat 10 kg, dengan nilai mencapai 10 juta yuan atau setara dengan Rp26,5 miliar.

// Artikel Terkait