Wednesday, 01 July 2026
Tekno

Permintaan Gedung Putih kepada OpenAI untuk Batasi Peluncuran Model GPT 5.6

Gedung Putih meminta OpenAI untuk membatasi peluncuran model AI terbarunya, GPT 5.6, hanya kepada mitra tertentu yang telah mendapatkan izin resmi. Permintaan ini muncul karena kekhawatiran akan kemam...

H
Hanafi Syahputra
01 July 2026 11 pembaca
Gedung Putih secara khusus meminta OpenAI membatasi peluncuran model terbarunya, GPT 5.6. (Foto: REUTERS/Dado Ruvic)
Gedung Putih secara khusus meminta OpenAI membatasi peluncuran model terbarunya, GPT 5.6. (Foto: REUTERS/Dado Ruvic)

Gedung Putih telah secara resmi meminta OpenAI untuk membatasi peluncuran model AI terbarunya, GPT 5.6. Permintaan ini berasal dari pemerintah Amerika Serikat yang menginginkan agar model tersebut hanya dirilis kepada sejumlah mitra yang telah mendapatkan izin resmi, mengingat kemampuan model ini dianggap terlalu canggih.

Informasi ini diperoleh dari sumber yang mengetahui situasi tersebut. Sumber tersebut menyatakan bahwa baik OpenAI maupun pemerintah menyadari bahwa kemampuan model AI terbaru ini sebanding dengan Claude Mythos, sebuah model AI yang dikembangkan oleh Anthropic, yang juga sempat mengalami larangan dari pemerintah AS setelah diluncurkan.

Kesepakatan untuk Pembatasan

Menurut laporan yang diterbitkan, OpenAI setuju dengan pembatasan ini sebagai solusi sementara agar mereka tetap dapat merilis model tersebut secara bertahap kepada publik. Hal ini terjadi di tengah situasi yang rumit, mengingat saat ini belum ada regulasi federal yang jelas untuk mengatur peluncuran model-model AI baru.

Permintaan dari pemerintahan Donald Trump ini pertama kali dilaporkan oleh The Information, yang mengutip memo internal yang dikirim oleh CEO OpenAI, Sam Altman, kepada karyawannya. Dalam memo tersebut, Altman menjelaskan bahwa pemerintah akan meninjau dan menyetujui akses ke model ini secara selektif.

Kerjasama dengan Pemerintah

Altman menyatakan, "Kami sudah menegaskan kepada pemerintah AS bahwa sistem seperti ini bukanlah model jangka panjang yang kami inginkan. Kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan pelaku industri lainnya untuk mencari pendekatan yang lebih berkelanjutan di masa mendatang." Seorang pejabat dari Gedung Putih menambahkan bahwa mereka akan terus berkolaborasi dengan pengembang AI untuk merumuskan pendekatan bersama dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi yang cepat ini.

Dalam pengumuman resmi, OpenAI mengonfirmasi adanya pembatasan rilis GPT 5.6 untuk memenuhi permintaan pemerintah. "Kami tidak ingin proses perizinan ketat dari pemerintah seperti ini menjadi standar jangka panjang. Hal ini justru menghambat para pengguna, pengembang, pelaku usaha, tim pertahanan siber, serta mitra global untuk mendapatkan alat-alat terbaik yang sebenarnya mereka butuhkan," tulis OpenAI dalam pernyataan tersebut.

Meski demikian, perusahaan berharap dapat meluncurkan model baru ini secara luas dalam beberapa minggu ke depan, sambil merumuskan aturan yang jelas bersama pemerintah untuk peluncuran-peluncuran di masa mendatang. Sebelumnya, Presiden Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang meminta perusahaan-perusahaan AI dengan model canggih untuk menyerahkan produk mereka untuk ditinjau oleh pemerintah 30 hari sebelum dirilis. Namun, hingga saat ini, sistem teknis untuk aturan tersebut belum terbentuk.

Situasi transisi ini menyebabkan kebingungan di antara perusahaan-perusahaan AI mengenai lembaga mana yang seharusnya berwenang mengatur regulasi AI. Sebagai contoh, permintaan pembatasan untuk OpenAI datang dari Gedung Putih, sementara larangan ekspor untuk Anthropic dikeluarkan oleh Departemen Perdagangan.

// Artikel Terkait