Sunday, 16 August 2026
Kesehatan

Peringatan WHO: Ancaman Kanker Semakin Meningkat, Kenali Penyebabnya

Kanker menjadi penyebab kematian kedua terbanyak di dunia, dengan lebih dari 26.000 nyawa melayang setiap harinya. WHO memperingatkan bahwa tanpa tindakan segera, jumlah kasus kanker dapat meningkat d...

A
Aryani Sarasvati
10 July 2026 62 pembaca
Foto: Salvatore Di Nolfi/Keystone via AP
Foto: Salvatore Di Nolfi/Keystone via AP

Kanker dilaporkan menyebabkan lebih dari 26.000 kematian setiap hari di seluruh dunia. Dengan estimasi 20,6 juta kasus baru dan hampir 10 juta kematian setiap tahun, kanker kini menjadi penyebab kematian kedua paling mematikan setelah penyakit kardiovaskular. WHO mengingatkan bahwa jika tidak ada langkah mendesak yang diambil secara global, jumlah kasus kanker tahunan diperkirakan akan melonjak hingga hampir 35 juta pada tahun 2050. Laporan yang berjudul WHO Global Status Report on Cancer 2026, yang disusun bersama Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC), menyoroti semakin besarnya ketimpangan dalam akses pengobatan.

Perbedaan Tingkat Kelangsungan Hidup

Sebagai contoh, sekitar 87 persen wanita yang didiagnosis dengan kanker payudara di negara-negara berpenghasilan tinggi dapat bertahan hidup hingga lima tahun setelah diagnosis. Sebaliknya, di negara-negara miskin atau berpenghasilan rendah, tingkat kelangsungan hidupnya hanya sekitar 42 persen. Lebih memperburuk keadaan, kurang dari sepertiga negara di dunia telah memasukkan perawatan kanker dalam paket jaminan kesehatan nasional mereka.

Pentingnya Kesadaran Terhadap Kanker

"Kanker adalah penyakit yang sangat personal yang menyentuh hampir semua dari kita. Namun, apakah seseorang bisa selamat dari kanker seharusnya tidak pernah bergantung pada di mana mereka dilahirkan atau berapa banyak penghasilan mereka," ungkap Direktur Jenderal WHO. Hampir 40 persen kasus kanker di seluruh dunia berkaitan dengan faktor risiko yang sebenarnya dapat dicegah, seperti penggunaan tembakau, konsumsi alkohol, kurangnya aktivitas fisik, obesitas, serta infeksi virus seperti HPV dan Hepatitis B atau C.

Meskipun upaya untuk menurunkan angka penggunaan tembakau global telah berhasil menekan angka hingga 27 persen sejak 2010 berkat kebijakan kontrol rokok, para ahli menilai kemajuan ini masih terlalu lambat. "Profil kanker terus berkembang, kini semakin didorong oleh meningkatnya angka obesitas, kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang tidak sehat, dan polusi udara. Pencegahan kanker harus tetap menjadi prioritas politik," tegas Direktur IARC.

// Artikel Terkait