Sunday, 16 August 2026
Kesehatan

Penyebab Pendeknya Usia Harapan Hidup di Indonesia Menurut Menkes

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa usia harapan hidup masyarakat Indonesia belum meningkat karena penyakit tidak menular seperti stroke dan kanker. Ia menekankan pentingnya deteks...

R
Rangga Wijaya Kusuma
21 July 2026 54 pembaca
Menkes RI Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Devandra Abi Prasetyo/detikHealth)
Menkes RI Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Devandra Abi Prasetyo/detikHealth)

Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa usia harapan hidup masyarakat Indonesia masih rendah karena faktor kesehatan yang berubah. Penyakit tidak menular seperti stroke, penyakit jantung, kanker, dan gagal ginjal kini menjadi penyebab utama kematian, menggantikan penyakit menular yang sebelumnya lebih dominan.

Menkes menekankan bahwa penyakit-penyakit ini berkontribusi pada penurunan usia harapan hidup. Oleh karena itu, ia menyoroti pentingnya deteksi dini untuk mengidentifikasi dan menangani faktor risiko sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius. "Karena sekarang yang paling banyak bikin usia kita pendek, itu stroke, jantung, kanker, ginjal. Ini semua kalau CKG-nya rutin, ketahuan, ditata laksana, insya Allah kalau tekanan darah selalu di bawah 120/80, gulanya selalu di bawah 200, kolesterol selalu di bawah 200, dan gizinya baik," ujarnya saat memberikan keterangan di Kantor Bappenas, Jakarta, pada Senin (20/7/2026).

Pentingnya Pendekatan Preventif

Menurut Menkes, pendekatan preventif menjadi kunci utama dalam meningkatkan usia harapan hidup masyarakat. Jika penyakit menular dapat dicegah melalui imunisasi, maka untuk penyakit tidak menular diperlukan skrining kesehatan secara rutin. Pemerintah pun meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyediakan pemeriksaan kesehatan dan penanganan bagi individu yang memiliki faktor risiko penyakit.

"Kalau faktor risikonya bisa diketahui lebih awal dan ditata laksana, risiko terkena stroke, serangan jantung, kanker, maupun gagal ginjal bisa ditekan," tambahnya. Saat ini, usia harapan hidup masyarakat Indonesia berada di angka 74 tahun, dengan target pemerintah untuk meningkatkannya menjadi 76 tahun pada tahun 2029 melalui berbagai program transformasi kesehatan, termasuk penguatan layanan promotif dan preventif.

Menjaga Status Gizi dan Kesehatan

Selain deteksi dini, Menkes juga menekankan pentingnya menjaga status gizi sesuai dengan kelompok usia. Setiap fase kehidupan memiliki kebutuhan gizi yang berbeda, sehingga pemenuhan yang tepat sangat penting agar masyarakat tetap sehat hingga usia lanjut. Ia menegaskan, menjaga tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan status gizi dalam batas normal adalah langkah penting untuk menurunkan risiko penyakit tidak menular.

"Kalau tekanan darah terjaga, gula darah dan kolesterol terkendali, serta gizinya baik, maka kualitas hidup meningkat dan usia harapan hidup masyarakat juga bisa lebih panjang," pungkasnya.

// Artikel Terkait