Sunday, 16 August 2026
Gaya Hidup

--- Penyebab Ketombe Membandel dan Pentingnya Memeriksa Kandungan Sampo ---

--- Ketombe yang tidak kunjung hilang meski sudah rutin keramas sering kali membuat frustrasi. Salah satu penyebabnya mungkin terletak pada kandungan sampo yang digunakan sehari-hari. ---

S
Salsabila Nur Azzahra
14 June 2026 44 pembaca
Advertisement
Advertisement
inews.id Sumber: inews.id
---TITLEEXCERPT--- Ketombe yang tidak kunjung hilang meski sudah rutin keramas sering kali membuat frustrasi. Salah satu penyebabnya mungkin terletak pada kandungan sampo yang digunakan sehari-hari. ---CONTENT---

JAKARTA, iNews.id - Ketombe yang terus-menerus muncul meskipun telah melakukan keramas secara rutin sering kali menjadi sumber frustrasi bagi banyak orang. Banyak yang beranggapan bahwa masalah ini disebabkan oleh kurangnya perhatian terhadap kebersihan rambut, padahal penyebab sebenarnya bisa jadi berasal dari kandungan dalam sampo yang dipakai sehari-hari.

Ketombe yang muncul dalam bentuk serpihan besar yang berkerak, disertai rasa gatal, kemerahan, dan iritasi pada kulit kepala, merupakan keluhan yang sering dialami oleh masyarakat. Namun, penggunaan sampo tidak selalu efektif dalam mengatasi masalah ini.

Pentingnya Memperhatikan Kandungan Sampo

Dokter umum sekaligus influencer kesehatan, dr Cecep Hermawan, menjelaskan bahwa ketombe yang membandel dapat dipengaruhi oleh kandungan Sodium Lauryl Sulfate (SLS) yang terdapat dalam beberapa produk sampo. "Nah, bisa jadi sampo yang biasa kita pakai masih mengandung SLS. SLS ini emang buat ngebersihin, tapi karena ngangkat minyak alaminya terlalu kuat, kelenjar di kulit kepala kita malah ngerespon dengan produksi minyak berlebih," ungkap dr Cecep melalui akun Instagram pribadinya pada Sabtu (13/6/2026).

Efek Samping Penggunaan Sampo Mengandung SLS

Menurut dr Cecep, SLS memang berfungsi sebagai bahan pembersih yang efektif untuk menghilangkan kotoran dan minyak pada rambut. Namun, penggunaan produk yang mengandung bahan tersebut dapat menyebabkan minyak alami di kulit kepala terangkat secara berlebihan, yang justru memicu produksi minyak berlebih sebagai respons dari kelenjar di kulit kepala.

// Artikel Terkait