Saturday, 15 August 2026
Kesehatan

Penyebab dan Upaya Pencegahan Apendisitis, Penyakit yang Diderita Selebgram

Kasus apendisitis kembali mencuat setelah selebgram Fahira Almira berbagi pengalamannya menjalani pemeriksaan di Indonesia dan Malaysia, menimbulkan kontroversi. Artikel ini membahas penyebab dan cara...

P
Patrick Jonathan
13 August 2026 36 pembaca
Penyebab dan gejala radang usus buntu. Foto: Getty Images/sirawit99
Penyebab dan gejala radang usus buntu. Foto: Getty Images/sirawit99

Jakarta - Kasus apendisitis, yang juga dikenal sebagai radang usus buntu, kembali menjadi sorotan publik setelah selebgram Fahira Almira mengungkapkan pengalamannya terkait pemeriksaan penyakit ini, yang menurutnya berbeda antara rumah sakit di Indonesia dan Penang, Malaysia. Pernyataan tersebut memicu kontroversi, dianggap sebagai 'black campaign' dan dibalas dengan tuduhan sebagai 'pesanan sponsor'. Apendisitis dapat terjadi pada berbagai usia, namun paling umum terjadi pada individu berusia antara 10 hingga 30 tahun. Pertanyaannya adalah, apa yang menjadi penyebab apendisitis dan langkah apa yang dapat diambil untuk mengurangi risikonya?

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Jika Anda merasakan nyeri perut yang terus-menerus, terutama di bagian kanan bawah, sebaiknya jangan diabaikan. Nyeri akibat apendisitis biasanya mulai terasa di sekitar pusar sebelum berpindah ke perut bagian kanan bawah. Rasa sakit ini cenderung semakin parah dalam beberapa jam dan dapat memburuk saat bergerak, batuk, bersin, atau menarik napas dalam. Gejala lain yang sering menyertai termasuk mual, muntah, kehilangan nafsu makan, demam, perut kembung, serta sembelit atau diare.

Apendisitis terjadi ketika apendiks mengalami peradangan, yang umumnya disebabkan oleh penyumbatan saluran apendiks. Penyumbatan ini memungkinkan bakteri berkembang biak di dalam apendiks, menyebabkan pembengkakan dan peradangan. Jika tidak ditangani, apendiks bisa pecah dan mengakibatkan infeksi serius di dalam rongga perut.

Penyebab Penyumbatan Apendiks

Penyumbatan saluran apendiks dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, antara lain:

  1. Tinja Mengeras: Tinja yang mengeras atau fecalith menjadi salah satu penyebab paling umum dari penyumbatan. Gumpalan tinja ini dapat masuk dan menutup saluran apendiks, memicu peradangan.
  2. Jaringan Getah Bening Bengkak: Jaringan limfoid di dinding apendiks dapat membengkak akibat infeksi, baik oleh virus maupun bakteri. Pembengkakan ini dapat mempersempit atau menutup saluran apendiks, terutama pada anak-anak dan remaja.
  3. Parasit Usus: Parasit yang ada di saluran pencernaan juga dapat menyebabkan penyumbatan apendiks, meskipun kondisi ini relatif jarang.
  4. Benda Asing: Benda asing yang masuk ke saluran pencernaan, seperti biji-bijian, dapat menyumbat saluran apendiks dalam kondisi tertentu, meskipun ini tergolong jarang.
  5. Tumor: Tumor pada apendiks atau jaringan sekitarnya juga dapat menyebabkan penyumbatan, namun ini sangat jarang terjadi.

Tidak semua kasus apendisitis memiliki penyebab yang jelas. Oleh karena itu, tidak tepat jika mengaitkan penyakit ini hanya dengan konsumsi makanan tertentu, seperti makanan pedas atau biji cabai.

Cara Mencegah Apendisitis

Belum ada metode yang dapat menjamin pencegahan apendisitis secara menyeluruh, mengingat penyebabnya yang beragam dan kadang-kadang tidak dapat ditentukan. Namun, salah satu hal yang banyak diteliti adalah hubungan antara pola makan, khususnya asupan serat, dengan risiko terjadinya apendisitis. Sebuah studi yang diterbitkan dalam World Journal of Surgery pada tahun 2025 menunjukkan bahwa asupan serat yang lebih tinggi berhubungan dengan risiko apendisitis yang lebih rendah. Pola makan yang rendah serat, tinggi protein, dan kaya gula tanpa diimbangi serat juga ditemukan berhubungan dengan peningkatan risiko apendisitis.

Menjaga asupan serat merupakan bagian penting dari pola makan sehat. Sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, serta biji-bijian dapat menjadi sumber serat yang baik. Selain itu, penting juga untuk memperhatikan asupan cairan yang cukup untuk mendukung fungsi saluran pencernaan. Yang tidak kalah penting, segera periksakan diri jika muncul gejala yang mengarah pada apendisitis, karena tidak ada makanan tertentu yang dapat menjamin seseorang terhindar dari radang usus buntu.

// Artikel Terkait