JAKARTA - Penyakit Malaria Knowlesi, yang dikenal juga sebagai Monkey Malaria, kembali menjadi perhatian publik setelah terdeteksi 357 kasus dan satu kematian di Malaysia. Di Indonesia, meskipun masih terkendali, kasus serupa telah ditemukan di Aceh.
Pentingnya Penanganan yang Tepat
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr Inke Nadia Diniyanti Lubis, mengingatkan bahwa penyakit ini tidak dapat diobati dengan antibiotik biasa. Penanganan harus dilakukan dengan cepat, dalam waktu maksimum 48 jam setelah diagnosis, untuk mencegah infeksi berkembang menjadi lebih serius. “Dan tentunya perlu menghindari pemberian obat pengobatan sendiri, termasuk dengan pemberian antibiotik, karena untuk infeksi malaria tidak bisa disembuhkan dengan antibiotik, harus dengan antimalaria,” ungkap dr Inke.
Proses Penularan Malaria Knowlesi
Dr Inke menjelaskan bahwa Malaria Knowlesi disebabkan oleh parasit plasmodium knowlesi yang berasal dari monyet dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. Penularan umumnya terjadi di daerah yang dekat dengan hutan atau area perkebunan yang berbatasan dengan habitat monyet. “Terkadang monyet ini tidak meninggalkan habitatnya atau tidak meninggalkan hutan, mungkin sesekali saja keluar dari tempat hutan, masuk ke tempat perkebunan. Namun nyamuk lah yang bersirkulasi atau berdistribusi di daerah hutan dan juga di pinggir hutan,” tambahnya.