Sunday, 16 August 2026
Kesehatan

Penyakit Ginjal: Mengapa Gejalanya Sering Terlambat Muncul?

Banyak individu baru menyadari mereka menderita penyakit ginjal kronis ketika kondisinya sudah parah. Hal ini disebabkan oleh kemampuan ginjal untuk berfungsi meski dalam keadaan rusak.

A
Arga Pratama
21 July 2026 56 pembaca
Foto ilustrasi: Getty Images/sasirin pamai
Foto ilustrasi: Getty Images/sasirin pamai

Jakarta - Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka mengalami penyakit ginjal kronis atau chronic kidney disease (CKD) hingga kondisi mereka menjadi sangat serius dan memerlukan cuci darah. Pertanyaannya, mengapa penyakit ini tidak menunjukkan gejala pada tahap awal? Dr. Srivatsa A, seorang pakar nefrologi dan dokter transplantasi di Rumah Sakit Apollo Bengaluru, India, menjelaskan alasan medis di balik fenomena ini.

Menurutnya, ginjal manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk melakukan pemulihan secara mandiri dalam situasi darurat. "Ginjal memiliki cadangan fungsional yang luar biasa. Unit penyaring yang sehat secara otomatis akan bekerja ekstra keras untuk mengimbangi unit lain yang rusak," jelas dr. Srivatsa.

Efek Kompensasi yang Menjadi Bumerang

Namun, mekanisme kompensasi ini bisa menjadi bumerang bagi pasien. Mereka dapat merasa sehat dan menjalani aktivitas sehari-hari, padahal sebenarnya telah kehilangan hingga 80 persen dari fungsi ginjal mereka tanpa merasakan gejala yang jelas.

Ketika fungsi ginjal yang tersisa tidak lagi mampu mendukung kebutuhan tubuh, limbah metabolik beracun mulai menumpuk dalam aliran darah. Pada saat inilah gejala-gejala serius yang menandakan kegagalan sistemik mulai muncul secara bersamaan. Pasien akan mulai merasakan kelelahan yang ekstrem, mual, muntah, serta gatal-gatal yang parah di kulit. Penumpukan cairan yang tidak terfilter juga dapat menyebabkan pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, dan wajah.

Selain itu, ginjal yang mengalami kerusakan tidak lagi dapat memproduksi hormon eritropoietin yang cukup, yang berfungsi merangsang produksi sel darah merah. Akibatnya, pasien dapat mengalami anemia berat, yang ditandai dengan sesak napas yang terus-menerus.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Tenaga medis mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan keluhan-keluhan yang menetap berikut ini:

  • Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau wajah akibat retensi cairan.
  • Kelelahan yang ekstrem dan berkepanjangan.
  • Nafsu makan yang menurun drastis.
  • Mual dan muntah-muntah.
  • Kram otot yang sering terjadi.
  • Kesulitan berkonsentrasi atau merasa bingung.
  • Perubahan dalam frekuensi atau warna urine saat berkemih.
  • Kulit yang kering dan terasa sangat gatal.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang mendadak sulit dikendalikan.

Gejala-gejala ini harus diwaspadai, terutama bagi individu yang memiliki faktor risiko tinggi, seperti penderita diabetes dan hipertensi kronis. Kedua kondisi ini merupakan penyebab utama yang secara perlahan merusak pembuluh darah kecil yang berfungsi sebagai filter alami ginjal.

// Artikel Terkait