Sunday, 16 August 2026
Kesehatan

Pentingnya Skrining Kanker Sejak Dini untuk Meningkatkan Peluang Kesembuhan

Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di Indonesia, dan deteksi dini melalui skrining sangat penting untuk meningkatkan peluang pengobatan yang berhasil. Forum Indonesia-China Cancer For...

D
Dewi Kartika Lestari
15 July 2026 66 pembaca
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Kanker tetap menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Sayangnya, banyak kasus baru terdeteksi pada tahap lanjut, yang membuat pengobatan menjadi lebih rumit dan mengurangi kemungkinan keberhasilan terapi. Oleh karena itu, deteksi dini atau skrining sangat penting untuk mengidentifikasi kanker sebelum berkembang lebih jauh. Pemeriksaan rutin dapat membantu pasien mendapatkan perawatan yang lebih cepat dan mempertahankan kualitas hidup mereka.

Pentingnya deteksi dini menjadi salah satu topik yang dibahas dalam Indonesia-China Cancer Forum (ICCF) 2026 yang berlangsung di The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta pada Minggu, 12 Juli 2026. Forum ini difasilitasi oleh Modern Cancer Hospital Guangzhou yang bekerja sama dengan China Anti-Cancer Association (CACA) dalam inisiatif Belt and Road, dan mempertemukan para ahli kesehatan dari Indonesia, Tiongkok, dan negara-negara Asia lainnya untuk membahas pencegahan, skrining, teknologi pengobatan, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta kolaborasi dalam layanan kanker.

Deteksi Dini Melalui Skrining

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa pemerintah terus mendorong masyarakat untuk melakukan deteksi dini melalui layanan kesehatan primer. "Program cek kesehatan gratis saat ulang tahun menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan skrining, terutama bagi masyarakat berusia 40 tahun ke atas karena risiko kanker mulai meningkat pada usia tersebut," ujarnya.

Waktu dan jenis skrining yang diperlukan harus disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, serta faktor risiko individu. Masyarakat yang berusia 40 tahun ke atas dianjurkan untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Selain itu, mereka yang memiliki riwayat kanker dalam keluarga atau mengalami gejala seperti benjolan yang tidak hilang, penurunan berat badan tanpa alasan jelas, perdarahan yang tidak normal, atau batuk berkepanjangan juga disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan.

Pola Hidup Sehat untuk Pencegahan Kanker

Selain skrining, penerapan pola hidup sehat juga merupakan bagian penting dalam pencegahan kanker. Dokter spesialis gizi klinik, dr. Della MW Cintakaweni, M.Gizi, Sp.GK, FINEM, AIFO-K, mengungkapkan bahwa masyarakat perlu membiasakan diri dengan pola makan bergizi seimbang sejak dini. "Masyarakat bisa mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung protein, vitamin, dan mineral, serta memperbanyak sayur dan buah dengan beragam warna untuk menjaga kesehatan mikrobiota usus," jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat membatasi konsumsi makanan tinggi gula, lemak, serta produk yang mengandung bahan pengawet dan pewarna berlebihan.

Kolaborasi untuk Memperkuat Penanganan Kanker

Forum ICCF 2026 diharapkan dapat memperkuat pengembangan pendekatan onkologi yang lebih holistik di kawasan Asia. Ketua Umum China Anti-Cancer Association (CACA), Profesor Fan Dai Ming, menjelaskan bahwa pendekatan onkologi integratif sangat penting untuk menghadapi tantangan kanker di Asia. Pendekatan ini menggabungkan berbagai disiplin ilmu dan menyelaraskan pengobatan modern dengan tradisional, serta mencakup pencegahan, skrining, diagnosis, pengobatan, dan rehabilitasi.

Fan Dai Ming juga memberikan apresiasi terhadap kebijakan Indonesia yang mengintegrasikan pengobatan tradisional ke dalam sistem kesehatan nasional dan mengundang para ahli dari Indonesia untuk menghadiri Kongres Internasional CACA di Changsha pada November 2026. Dalam forum tersebut, delegasi Tiongkok yang dipimpin oleh Wakil Ketua CACA, Profesor Wang Ying, berbagi pengalaman mengenai skrining dini dan manajemen kanker terstandar.

Sementara itu, Profesor Zhang Fu Jun menjelaskan penggunaan implan partikel radioaktif, Profesor Li Peng Fei membahas imunoterapi dan terapi sel, dan Profesor Yin Pingshan menjelaskan integrasi pengobatan tradisional Tiongkok dalam penanganan kanker. Melalui pelatihan internasional, konsultasi jarak jauh, dan pengembangan layanan yang berfokus pada pasien, Modern Cancer Hospital Guangzhou diharapkan dapat terus menjadi jembatan kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok dalam pengembangan layanan onkologi.

// Artikel Terkait