Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa untuk mencapai swasembada pangan, modernisasi pertanian harus disertai dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Dalam konteks ini, PT Anugerah Agung Prima Abadi (AAPA), yang merupakan anak perusahaan dari PT Triputra Agro Persada, meluncurkan Program PERKASA yang bertujuan untuk melatih petani sawit tanpa biaya.
Program pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini mengombinasikan teori dan praktik, dengan fokus pada peningkatan produktivitas serta kesejahteraan petani sawit. Amran menjelaskan bahwa hasil produksi yang meningkat tidak akan berkelanjutan tanpa diimbangi dengan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, pemerintah berupaya mempercepat penerapan pertanian modern sebagai langkah untuk mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan.
Pelatihan Tanpa Biaya untuk Petani
Selama pelatihan, peserta mendapatkan komposisi materi yang terdiri dari 40 persen teori dan 60 persen praktik. Semua kegiatan pelatihan ini diselenggarakan tanpa biaya, dan para petani juga menerima buku standar operasional perusahaan (SOP) yang telah disusun dengan bahasa yang lebih mudah dipahami. Dengan cara ini, petani diharapkan dapat mengelola kebun mereka dengan lebih efisien dan menerapkan prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan.
Investasi Jangka Panjang untuk Kesejahteraan
PT Triputra Agro Persada menilai bahwa peningkatan kapasitas petani merupakan investasi jangka panjang yang memberikan manfaat tidak hanya bagi hasil panen, tetapi juga bagi kesejahteraan keluarga, pembangunan daerah, dan keberlanjutan sektor perkebunan sawit di Indonesia. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan petani akan lebih termotivasi untuk menanam dan meningkatkan hasil pertanian mereka.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat tercipta petani yang sejahtera dan swasembada pangan yang berkelanjutan dapat tercapai.