Sunday, 16 August 2026
Gaya Hidup

Pentingnya Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Qadha Ramadhan di Juli 2026

Niat untuk melaksanakan puasa Ayyamul Bidh bersamaan dengan qadha Ramadhan menjadi topik yang banyak dicari oleh umat Islam menjelang pertengahan bulan Safar. Penggabungan kedua niat puasa ini tidak h...

S
Salsabila Nur Azzahra
28 July 2026 59 pembaca
Advertisement
Advertisement
inews.id Sumber: inews.id

JAKARTA, iNews.id - Saat memasuki pertengahan bulan Safar, niat untuk menjalankan puasa Ayyamul Bidh sekaligus qadha Ramadhan menjadi salah satu hal yang banyak dicari oleh umat Islam. Menggabungkan puasa sunnah dan kewajiban ini tidak hanya menyelesaikan utang puasa, tetapi juga mendatangkan pahala yang melimpah. Puasa Ayyamul Bidh di bulan Juli 2026 dijadwalkan mulai pada hari Selasa, 28 Juli 2026, yang bertepatan dengan 13 Bulan Safar 1448 H.

Perbedaan Pendapat di Kalangan Sahabat

Mengenai penggabungan niat puasa ini, Ustaz Hanif Luthfi Lc dalam bukunya yang berjudul "Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah" yang diterbitkan oleh Rumah Fiqih Publishing, menjelaskan bahwa perdebatan tentang menggabungkan puasa qadha Ramadhan dengan puasa sunnah sudah ada sejak zaman sahabat Nabi. Sahabat Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib ra memiliki pandangan yang berbeda mengenai pelaksanaan qadha puasa Ramadhan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Umar berpendapat bahwa sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah waktu terbaik untuk beribadah, sehingga qadha puasa Ramadhan pada waktu itu sangat dianjurkan. Sementara itu, Ali bin Abi Thalib melarang pelaksanaan qadha puasa Ramadhan pada waktu tersebut.

Dari Imam Ahmad terdapat dua riwayat mengenai hal ini. Pendapat Ali bin Abi Thalib didasarkan pada argumen bahwa melakukan qadha puasa Ramadhan di bulan Dzulhijjah akan menghilangkan keutamaan puasa sunnah. Pendapat ini juga disampaikan oleh Imam Ahmad. Meskipun ada yang berpendapat bahwa pahala puasa sunnah tetap bisa diperoleh meski niatnya adalah qadha Ramadhan. Oleh karena itu, bagi umat Muslim yang memiliki utang puasa Ramadhan, mereka diperbolehkan untuk melaksanakannya bersamaan dengan puasa sunnah Ayyamul Bidh.

Ketentuan Niat Puasa

Puas Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilaksanakan selama tiga hari setiap bulan saat bulan purnama, yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan qamariyyah. Istilah Ayyamul Bidh berarti hari-hari putih. Berikut adalah bacaan niat untuk puasa Ayyamul Bidh sekaligus qadha Ramadhan. Namun, penting untuk dicatat bahwa niat puasa qadha Ramadhan tidak boleh dicampur dengan niat puasa sunnah, karena qadha puasa wajib seperti Ramadhan adalah suatu kewajiban.

Niat untuk qadha Ramadhan harus diucapkan pada malam hari atau saat sahur, sesuai dengan Hadits Rasulullah SAW yang menyatakan, “من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له” yang berarti "Siapa yang tidak menetapkan niat sebelum fajar, maka tiada puasa baginya." Bacaan niatnya adalah: نويت صوم غد عن قضاء فرض رمضان لله تعالى. Dalam transkripsi Latin: Nawaitu Shauma Ghadin 'An Qadha'i Fardi Ramadhani Lillaahi Ta'Ala, yang artinya: Saya niat berpuasa besok dari mengqadha' fardu Ramadhan Lillaahi Ta'ala.

// Artikel Terkait