Sunday, 16 August 2026
Kesehatan

Pentingnya Memahami Tanda Depresi dan Kecemasan pada Remaja bagi Orang Tua

Kesehatan mental remaja di Indonesia menjadi perhatian serius, dengan banyak yang mengalami depresi dan kecemasan. Orang tua diharapkan dapat mengenali gejala awal untuk memberikan dukungan yang tepat...

A
Adib Ahmad Rizaldi
23 July 2026 68 pembaca
Ilustrasi (Foto: Getty Images/spukkato)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/spukkato)

Masalah kesehatan mental di kalangan anak dan remaja di Indonesia kini menjadi isu yang sangat mendesak. Berdasarkan data dari Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS), dari sekitar 46 juta remaja di Indonesia, terdapat sekitar 15,5 juta yang mengalami gangguan kesehatan mental, yang berarti satu dari tiga remaja mengalami masalah tersebut. Gangguan yang sering dijumpai meliputi kecemasan, hiperaktivitas, depresi, perilaku menyimpang, serta stres berat. Menyedihkan, sekitar 2 persen dari anak dan remaja dilaporkan mengalami depresi, dan 61 persen dari mereka mengaku pernah memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup dalam sebulan terakhir.

Dalam sebuah webinar ilmiah, dr Angga Wirahmadi, SpA, Subsp TKPS(K) dari Unit Kerja Koordinasi Tumbuh Kembang Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menjelaskan bahwa kasus depresi lebih umum ditemukan pada remaja perempuan, mereka yang berada di tingkat pendidikan menengah, serta yang tinggal di daerah perkotaan. Meskipun angka ini tergolong tinggi, kesadaran masyarakat untuk mencari bantuan medis masih sangat rendah.

“Walaupun angka depresi ini termasuk tinggi, ternyata hanya 10 persen populasi usia muda ini yang mencari pertolongan ke dokter,” ungkap dr Angga. Ia menambahkan bahwa hal ini menunjukkan rendahnya kesadaran dan akses terhadap layanan kesehatan mental.

Ciri-Ciri Depresi pada Remaja

Untuk mencegah dampak yang lebih serius, dr Angga mengimbau orang tua agar lebih peka dan mengenali tanda-tanda awal depresi pada anak. Beberapa gejala yang sering muncul antara lain:

  • Hilangnya minat atau keinginan untuk beraktivitas
  • Perasaan minder, rendah diri, dan tidak berdaya
  • Gangguan tidur (insomnia) dan kehilangan energi
  • Penurunan nafsu makan yang signifikan
  • Perasaan tidak berguna atau merasa tidak baik

“Coba dipantau apakah anak menunjukkan gejala atau tanda tersebut. Jika ada, konsultasikan segera ke dokter untuk dievaluasi lebih lanjut,” tegasnya.

Tanda-Tanda Gangguan Kecemasan yang Perlu Diwaspadai

Selain depresi, orang tua juga perlu waspada terhadap gangguan kecemasan. dr Angga menjelaskan bahwa remaja yang mengalami kecemasan tinggi sering menunjukkan perilaku overthinking, yaitu memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi, menghindari situasi yang tidak disukai, serta sering mengeluh sakit perut. Kondisi psikologis ini juga dapat muncul dalam bentuk gejala fisik, seperti:

  • Keringat dingin yang berlebihan
  • Detak jantung yang cepat (palpitasi)
  • Sakit kepala yang berulang
  • Selalu tampak gelisah dan sulit tidur
  • Memerlukan penenangan dari orang lain secara terus-menerus

dr Angga mengingatkan bahwa keluhan fisik ini sering kali dapat membingungkan diagnosis karena gejalanya mirip dengan penyakit fisik lainnya. “Jadi gejalanya sebenarnya agak sulit dibedakan dengan gangguan-gangguan lain. Sehingga kita sebagai dokter anak dan dokter yang berkecimpung atau melayani pasien anak tentunya harus tahu bagaimana cara mendeteksinya,” pungkasnya.

// Artikel Terkait