Sunday, 16 August 2026
Finansial

Peningkatan Produksi Sawit Indonesia Dukung Target B60 di 2028

Produksi sawit Indonesia diperkirakan meningkat 7 juta kiloliter pada 2024 hingga 2025, memberikan dorongan bagi pemerintah untuk mencapai target biodiesel B60 pada 2028.

N
Naufal Akbar Abdila
20 July 2026 79 pembaca
Sejumlah pekerja mengangkat buah kelapa sawit di Kabupaten Siak, Selasa (26/5/2026). [Ist]
Sejumlah pekerja mengangkat buah kelapa sawit di Kabupaten Siak, Selasa (26/5/2026). [Ist]
suara.com Sumber: suara.com

Produksi sawit di Indonesia mengalami peningkatan signifikan sebesar 7 juta kiloliter antara tahun 2024 hingga 2025, yang setara dengan 15 persen dari total rata-rata nasional. Kenaikan ini menjadi salah satu pendorong utama bagi pemerintah dalam mempercepat program hilirisasi biodiesel untuk mencapai target implementasi B60 pada tahun 2028.

Strategi Hilirisasi Energi

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendorong penelitian dalam hilirisasi energi untuk mengembangkan bahan bakar berkelanjutan, termasuk avtur sawit dan bensin sawit. Dida Gardera, Staf Ahli Bidang Konektivitas dan Pengembangan Jasa Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, menyatakan bahwa lonjakan produksi ini merupakan modal yang kuat bagi Indonesia. Menurutnya, pencapaian ini menunjukkan kerja keras semua pihak dalam meningkatkan produktivitas sawit dalam waktu singkat.

Pengakuan Internasional dan Inovasi Terbaru

Dida Gardera juga menyampaikan bahwa keberhasilan Indonesia dalam sektor bahan bakar nabati semakin menarik perhatian dunia. Pada awal tahun ini, Indonesia menerima kunjungan dari Presiden New Development Bank (NDB), yang mengungkapkan kekaguman terhadap penerapan B40 di Indonesia. Selain itu, Indonesia baru saja meluncurkan uji coba B50 dan mendapatkan apresiasi tinggi dari Presiden.

Meski telah meraih pencapaian dengan B50, Kemenko Perekonomian menekankan bahwa tantangan dalam hilirisasi energi masih ada. Pemerintah kini bersiap untuk memenuhi janji Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, untuk merealisasikan B60 dalam dua tahun ke depan. Fokus hilirisasi tidak hanya pada biodiesel untuk kendaraan darat, tetapi juga pada pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) dan produk lainnya.

Dida menambahkan bahwa isu ketahanan energi dari sawit semakin mendominasi, dan potensi pengembangannya sangat besar. Ia menegaskan bahwa tidak ada bagian dari sawit yang terbuang sia-sia, semuanya memiliki nilai ekonomi yang signifikan.

// Artikel Terkait