Saturday, 15 August 2026
Tekno

Pengguna macOS Rentan Terhadap Serangan Siber Lebih Banyak Dibandingkan Windows

Sebuah survei terbaru menunjukkan bahwa pengguna sistem operasi macOS mengalami lebih banyak insiden keamanan siber dibandingkan pengguna Windows. Hanya sebagian kecil dari mereka yang menggunakan per...

R
Reza Mahendra
10 August 2026 52 pembaca
Survei Kaspersky menunjukkan pengguna macOS lebih sering mengalami insiden keamanan siber dibandingkan Windows (Foto: Arsip Apple)
Survei Kaspersky menunjukkan pengguna macOS lebih sering mengalami insiden keamanan siber dibandingkan Windows (Foto: Arsip Apple)

Survei yang dilakukan oleh Kaspersky mengungkapkan bahwa pengguna macOS lebih sering menghadapi insiden terkait keamanan siber dibandingkan dengan pengguna Windows. Dalam survei tersebut, tercatat 12 persen pengguna macOS melaporkan mengalami infeksi malware, sedangkan pada pengguna Windows angkanya hanya 9 persen. Meski demikian, hanya 35 persen pengguna macOS yang menginstal perangkat lunak keamanan, yang lebih rendah dibandingkan 42 persen pengguna Windows yang melakukannya.

Penerapan Langkah Keamanan yang Berbeda

Kaspersky mencatat bahwa secara umum, pengguna Windows lebih banyak menerapkan langkah-langkah keamanan. Namun, pengguna macOS sedikit lebih unggul dalam beberapa aspek yang berkaitan dengan privasi. Misalnya, 62 persen pengguna Windows mengaku tidak membuka email atau tautan yang mencurigakan, sementara hanya 51 persen pengguna macOS yang melakukan hal yang sama. Selain itu, pengguna Windows juga lebih banyak yang menggunakan kata sandi unik untuk setiap akun, dengan persentase 38 persen dibandingkan 35 persen pada pengguna macOS. Untuk penggunaan kata sandi yang kompleks, angkanya mencapai 52 persen pada Windows dan 45 persen pada macOS. Penggunaan autentikasi dua faktor atau multifaktor tercatat 51 persen pada pengguna Windows dan 46 persen pada pengguna macOS.

Korban Phishing dan Penipuan

Dalam setahun terakhir, 12 persen responden pengguna macOS mengaku menjadi korban phishing melalui email, situs web, atau pesan palsu, sementara pada pengguna Windows angkanya lebih rendah, yaitu 9 persen. Selain itu, pengguna macOS juga lebih banyak melaporkan penipuan umum dan investasi, dengan angka 16 persen dibandingkan 13 persen pada pengguna Windows. Pelanggaran privasi dilaporkan oleh 11 persen pengguna macOS, sedangkan pada pengguna Windows hanya 8 persen. Pencurian data pribadi juga dilaporkan lebih banyak oleh pengguna macOS, yaitu 12 persen, dibandingkan 7 persen pada pengguna Windows.

Kaspersky menyatakan bahwa penyerang terus mengembangkan berbagai jenis malware, termasuk pencuri data dan spyware. Teknik phishing juga masih digunakan untuk mengakses data pengguna. Sergey Puzan, seorang pakar keamanan siber dari Kaspersky, mengungkapkan bahwa masih ada anggapan bahwa macOS lebih aman karena jumlah penggunanya yang lebih sedikit atau karena adanya fitur keamanan bawaan. Namun, ia menegaskan bahwa lanskap ancaman telah berubah.

Puzan menyatakan, "Ada stereotip yang mengakar bahwa macOS secara inheren lebih aman karena basis penggunanya lebih kecil." Ia menambahkan bahwa penyerang kini menggunakan metode phishing dan serangan rantai pasok yang dapat menjangkau pengguna dari berbagai sistem operasi dalam satu kampanye. Selain itu, terdapat berbagai jenis malware yang secara khusus menargetkan perangkat Mac. "Akibatnya, perangkat apa pun yang terhubung ke internet—terlepas dari sistem operasi atau bentuk fisiknya—memerlukan perangkat lunak keamanan siber untuk melindungi diri dari berbagai ancaman siber," ujarnya.

Survei Kaspersky dilakukan pada bulan Maret 2026 dengan melibatkan 7.200 responden dari 18 negara, termasuk Indonesia. Negara-negara lain yang berpartisipasi dalam survei ini antara lain Brasil, China, Prancis, Jerman, India, Malaysia, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Thailand, Turki, dan Vietnam.

// Artikel Terkait