Wednesday, 01 July 2026
Kesehatan

--- Penelitian Ungkap Gen Pelindung yang Membantu Tiga Saudari Hidup Hingga 100 Tahun ---

--- Temuan baru mengenai tiga saudari dari Brasil menunjukkan bahwa faktor genetik berperan lebih besar dalam mencapai usia panjang dibandingkan dengan gaya hidup sehat. ---

R
Reza Mahendra
27 June 2026 10 pembaca
Potret trio lansia panjang umur dari Brasil. (Foto: REUTERS/Tita Barros)
Potret trio lansia panjang umur dari Brasil. (Foto: REUTERS/Tita Barros)
---TITLEEXCERPT--- Temuan baru mengenai tiga saudari dari Brasil menunjukkan bahwa faktor genetik berperan lebih besar dalam mencapai usia panjang dibandingkan dengan gaya hidup sehat. ---CONTENT---

Jakarta - Selama ini, banyak yang percaya bahwa gaya hidup sehat dan olahraga adalah kunci untuk hidup panjang. Namun, penemuan terbaru mengenai tiga saudari dari Brasil telah mengubah pandangan tersebut. Para ilmuwan kini berpendapat bahwa faktor genetik memiliki peran yang lebih signifikan dalam menjaga kesehatan tubuh di usia tua.

Tiga saudari tersebut, Levita de Deus Nunes (109), Zoraide de Deus Mota (104), dan Zulina de Deus Nunes (103), berasal dari Rio de Janeiro. Mereka baru saja diakui oleh Guinness World Records sebagai trio saudara kandung tertua yang masih hidup, dengan total usia gabungan mencapai 316 tahun.

Penelitian DNA untuk Mengidentifikasi Gen Pelindung

Keberadaan fenomena langka ini mendorong para ilmuwan dari proyek DNA Longevo di Universitas Sao Paulo untuk mencari apa yang disebut sebagai 'gen pelindung' dalam tubuh ketiga saudari tersebut. Gen ini diyakini dapat melindungi organ vital seperti jantung, otot, dan fungsi kognitif otak dari kerusakan yang disebabkan oleh penuaan.

"Melalui pengujian DNA, kami mencari gen pelindung, dan kami tahu ada beberapa di antaranya," ungkap Mayana Zatz, ilmuwan yang memimpin Pusat Penelitian Genom Manusia di universitas tersebut. "Semakin banyak orang yang hidup lebih dari 100 tahun, terutama dalam keluarga dengan beberapa anggota yang mencapai usia tersebut, semakin akurat penelitian kami dalam mengidentifikasi mereka," tambahnya.

Perbandingan DNA dan Temuan Menarik

Dalam studi ini, para peneliti membandingkan DNA dari kelompok lansia yang berusia di atas 100 tahun dan tetap sehat secara fisik serta mental, dengan lansia lainnya yang mengalami penurunan fungsi kognitif atau penyakit kronis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik bawaan lebih berpengaruh dibandingkan dengan lingkungan eksternal.

Ben Meyers, CEO LongeviQuest, sebuah organisasi yang mengverifikasi rekor umur panjang, juga menekankan pentingnya faktor biologis dalam tubuh ketiga saudari tersebut. "Ketika para saudari mencapai usia tersebut, jelas ada komponen genetik yang kuat," katanya. "Namun, karena mereka tinggal berdekatan, mereka juga memiliki jaringan dukungan dari keluarga yang siap membantu jika diperlukan. Aspek komunitas juga berperan," jelasnya.

Menariknya, ketiga saudari ini memiliki masa muda yang sederhana namun aktif. Zulina mengenang masa kecilnya yang dihabiskan dengan berenang dan memancing di sungai, jauh dari makanan olahan modern. "Semua makanan kami segar. Kami tidak punya kulkas," ujarnya. Sementara itu, Zoraide menekankan pentingnya menyusui dalam membangun kesehatan sejak dini. "Menyusui sangat penting," tambahnya.

Di usia senja, mereka tetap hidup bahagia dan damai. Levita, yang pernah bekerja di dunia televisi, merasa tidak memiliki beban pikiran di masa tuanya. "Saya memiliki masa kecil dan remaja yang baik. Saya tidak bisa mengeluh," ungkapnya.

Saat ini, tim peneliti yang dipimpin oleh Joao Paulo Guilherme berencana untuk mengumpulkan sampel DNA dari 500 orang yang berusia 100 tahun ke atas. Harapannya, penelitian ini dapat mengungkap misteri mengenai keberadaan gen pelindung dan membuka peluang baru dalam dunia sains untuk mengembangkan cara agar manusia dapat menua dengan sehat di masa depan.

// Artikel Terkait