Sunday, 17 May 2026
Kesehatan

--- Penelitian Mengungkap Dampak Tak Terduga Menguap pada Fungsi Otak ---

--- Menguap, yang sering dianggap sebagai tanda mengantuk, ternyata memiliki dampak yang mengejutkan terhadap aliran cairan pelindung otak, menurut penelitian terbaru dari University of New South Wale...

D
Dewi Kartika Lestari
04 May 2026 6 pembaca
---
Penelitian Mengungkap Dampak Tak Terduga Menguap pada Fungsi Otak

---
Foto ilustrasi: Thinkstock
---TITLEEXCERPT--- Menguap, yang sering dianggap sebagai tanda mengantuk, ternyata memiliki dampak yang mengejutkan terhadap aliran cairan pelindung otak, menurut penelitian terbaru dari University of New South Wales. ---CONTENT---

Jakarta - Menguap sering kali dianggap sebagai sinyal seseorang merasa mengantuk. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan ini memiliki efek yang tidak terduga pada otak, khususnya terkait dengan pergerakan cairan pelindung sistem saraf. Penelitian yang dilakukan oleh tim dari University of New South Wales mengungkap bahwa menguap dapat memengaruhi aliran cairan serebrospinal (CSF), yang berfungsi untuk melindungi otak dan sumsum tulang belakang.


Dalam studi ini, peneliti menggunakan MRI untuk memindai kepala dan leher dari 22 individu sehat saat mereka melakukan aktivitas menguap, menarik napas dalam, menahan menguap, dan bernapas normal. Awalnya, para peneliti menduga bahwa menguap dan menarik napas dalam akan memberikan hasil yang serupa. Namun, hasilnya menunjukkan perbedaan yang mencolok. "Menguap memicu pergerakan CSF ke arah yang berlawanan daripada saat menarik napas dalam-dalam," ungkap ahli saraf Adam Martinac, seperti yang dilaporkan oleh New Scientist. "Kami benar-benar tidak mengharapkan itu."


Temuan ini tidak terlihat pada semua peserta dan lebih jarang terjadi pada pria, meskipun peneliti menduga bahwa hal ini mungkin dipengaruhi oleh gangguan dari alat pemindai. Selain itu, baik menguap maupun menarik napas dalam diketahui dapat meningkatkan aliran darah keluar dari otak, memberikan ruang bagi darah segar untuk masuk. Selama fase awal menguap, aliran darah ke otak bahkan meningkat sekitar sepertiga.


Penelitian juga menemukan bahwa setiap individu memiliki pola menguap yang unik. "Setiap orang menguap dengan cara yang berbeda, sehingga gerakan lidah saat menguap bervariasi antar individu, tetapi sangat konsisten untuk masing-masing orang," jelas Martinac. "Ini hampir seperti sidik jari, sehingga mungkin saja seseorang dapat diidentifikasi hanya berdasarkan cara mereka menguap."


Meski demikian, fungsi pasti dari menguap masih menjadi misteri. Salah satu kemungkinan adalah bahwa menguap membantu 'membersihkan' otak atau berfungsi sebagai mekanisme pendinginan. "Penyakit neurodegeneratif sering kali terkait dengan akumulasi limbah, dan semakin tua seseorang, semakin banyak limbah yang dapat menumpuk," tambah Martinac. Peneliti menduga bahwa perubahan aliran CSF saat menguap mungkin berhubungan dengan proses pembuangan limbah di otak, meskipun hubungan ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.


Menariknya, fenomena menguap juga ditemukan pada banyak spesies lain dan cenderung bersifat 'menular' antar individu. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Respiratory Physiology & Neurobiology dan dianggap membuka peluang baru untuk memahami fungsi dasar otak serta sistem saraf pusat.


// Artikel Terkait