Sunday, 16 August 2026
Finansial

Pendapatan Negara Semester Pertama 2026 Meningkat Signifikan Menurut Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Pendapatan Negara pada semester pertama 2026 mencapai Rp1.459,4 triliun, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya...

N
Nabila Safira Putri
07 July 2026 82 pembaca
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]
suara.com Sumber: suara.com

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan bahwa Pendapatan Negara pada semester pertama tahun 2026 mencapai Rp1.459,4 triliun, mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 21,4 persen. Sumber pendapatan ini berasal dari sektor perpajakan yang menyumbang Rp1.187,8 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp271,0 triliun, serta penerimaan hibah yang mencapai Rp700 miliar. Dengan belanja negara yang tercatat sebesar Rp1.656,0 triliun, defisit anggaran negara mencapai Rp196,5 triliun, sementara keseimbangan primer menunjukkan surplus sebesar Rp85,1 triliun.

Purbaya Yudhi Sadewa merasa senang dengan pencapaian Pendapatan Negara yang mencapai Rp1.459,4 triliun di semester pertama 2026, yang setara dengan 46,3 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menjelaskan bahwa Pendapatan Negara pada pertengahan tahun ini tumbuh 21,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana Pendapatan Negara 2025 di bawah kepemimpinan Sri Mulyani hanya mencapai Rp1.201,8 triliun. Purbaya menyatakan bahwa realisasi Pendapatan Negara terdiri dari Penerimaan Perpajakan yang mencapai Rp1.187,8 triliun, yang merupakan 44,1 persen dari target APBN, dengan pertumbuhan 21,4 persen secara tahunan.

Penerimaan Negara Bukan Pajak dan Hibah

Selain pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp271,0 triliun, yang setara dengan 59,0 persen dari target APBN dan mengalami pertumbuhan 21,6 persen. Sementara itu, penerimaan hibah mencapai Rp700 miliar pada semester pertama 2026. Purbaya mencatat bahwa Penerimaan Pajak saja mengalami pertumbuhan sebesar 24,6 persen, yang merupakan perkembangan positif mengingat tahun lalu terjadi kontraksi sebesar 7 persen pada enam bulan pertama.

Rincian Pendapatan dan Belanja Negara

Purbaya menjelaskan bahwa total Pendapatan Negara mencapai Rp1.459 triliun pada semester pertama 2026, yang mencakup Penerimaan Perpajakan sebesar Rp1.187,8 triliun, terdiri dari Penerimaan Pajak Rp1.035,7 triliun dan Kepabeanan serta Cukai Rp152,0 triliun. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp271,0 triliun dan Penerimaan Hibah sebesar Rp700 miliar. Di sisi lain, belanja negara mencapai Rp1.656,0 triliun, setara dengan 43,1 persen dari target APBN 2026, dan tumbuh 17,8 persen dibandingkan tahun lalu.

Belanja negara ini terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat yang mencapai Rp1.298,6 triliun, termasuk Belanja Kementerian Lembaga (K/L) sebesar Rp658,9 triliun dan Belanja non K/L sebesar Rp639,7 triliun, serta Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp357,4 triliun. Akibat tingginya belanja negara dibandingkan pendapatan, defisit APBN tercatat sebesar Rp196,5 triliun atau 0,76 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada semester pertama 2026. Dengan kinerja APBN yang baik, keseimbangan primer menunjukkan surplus sebesar Rp85,1 triliun, dan realisasi pembiayaan anggaran mencapai Rp452 triliun atau 65,6 persen dari target APBN 2026.

// Artikel Terkait