Pemerintah Indonesia telah meluncurkan paket stimulus ekonomi yang mencakup bantuan beras 10 kg untuk 33,24 juta penerima manfaat, yang akan berlangsung dari Juli hingga September 2026. Program ini memerlukan anggaran sebesar Rp 17,54 triliun, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto kepada kementerian terkait.
Rincian Program Bantuan Pangan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa program bantuan pangan ini merupakan inisiatif dari Presiden RI Prabowo Subianto. Dalam konferensi pers yang berlangsung di Kantor Kemenko Perekonomian pada Senin (22/6/2026), Menko Perekonomian menyatakan, "Pak Presiden Prabowo mengarahkan untuk ini dilanjutkan untuk tiga bulan kemudian, yang dimulai lagi bulan Juli, Agustus, September untuk penerima sebesar 33,24 juta penerima dan dibutuhkan anggaran sebesar Rp 17,54 triliun."
Subsidi Kedelai untuk Perajin Tahu dan Tempe
Selain bantuan beras, pemerintah juga mengumumkan program Stabilisasi Harga Pasokan Pangan (SPHP) untuk kedelai. Subsidi ini ditujukan kepada perajin tahu dan tempe, dengan nilai subsidi sebesar Rp 2.000 per kilogram dan kuota sebesar 250 ribu ton. Airlangga menjelaskan, "Kita ketahui kita beli kebutuhannya adalah 2,5 juta ton per tahun, namun kita siapkan 250.000 (ton) dengan subsidi Rp 2.000/kg yang nantinya akan diberikan apabila harga kedelainya di atas harga acuan pembelian (HAP)."
Menko Perekonomian juga menambahkan bahwa program bantuan beras 10 kg dan stabilisasi pangan ini telah dibahas dengan Menteri Koordinasi Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. "Menko Pangan sudah bersurat ke tempat kami di Menko Perekonomian dan ini kami sudah bahas secara lintas kementerian dan juga sudah mendapatkan arahan dari Bapak Presiden," jelasnya.