Menteri Perdagangan Budi Santoso mengumumkan bahwa rencana kenaikan harga MinyaKita di Jakarta yang dijadwalkan pada 22 Juni 2026 dibatalkan. Dalam upaya menjaga kestabilan harga, pemerintah berencana untuk meningkatkan porsi distribusi produk tersebut melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan, termasuk Perum Bulog dan ID Food.
Strategi Distribusi untuk Mengendalikan Harga
Budi Santoso menjelaskan bahwa saat ini distribusi MinyaKita melalui BUMN baru mencapai sekitar 35 persen. Pemerintah sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan porsi ini hingga lebih dari 50 persen. Dengan langkah ini, Bulog dan ID Food akan menunjuk distributor dan pengecer di pasar untuk memastikan harga tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Sampai saat ini kan tidak ada kenaikan. Jadi yang akan kita lakukan, yang pertama adalah kita akan menaikkan porsi distribusi untuk BUMN pangan," ungkapnya saat memberikan keterangan kepada wartawan di Tebet, Jakarta Selatan.
Langkah Selanjutnya dalam Pengendalian Harga
Menteri Budi menambahkan bahwa jika ada pengecer yang tidak menjual sesuai HET, mereka akan dikenakan blacklist oleh Bulog. Dengan cara ini, produk yang didistribusikan oleh Bulog atau ID Food dipastikan akan sesuai dengan harga yang ditetapkan.
"Kita coba cari solusi yang lain dulu, yang lebih bagus. Salah satunya adalah dengan menambah kuota untuk didistribusikan BUMN pangan," tutupnya. Rencana ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengendalikan harga MinyaKita agar tetap terjangkau bagi masyarakat.