PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengumumkan pembaruan terbaru mengenai daftar emiten yang termasuk dalam kategori Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) pada 14 Juli 2026. Daftar ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, dari hanya 10 emiten pada April 2026 menjadi 48 emiten pada bulan Juli 2026. Pembaruan ini bertujuan untuk memberikan panduan kepada para pemodal dalam memetakan emiten yang memiliki likuiditas saham beredar yang terpusat pada pihak tertentu.
Pengumuman ini merupakan hasil evaluasi mendalam terhadap struktur kepemilikan saham publik per 30 Juni 2026. Dengan adanya daftar ini, para pemodal dapat lebih memahami dan menganalisis emiten yang memiliki konsentrasi kepemilikan saham tinggi. Selain itu, terdapat juga mutasi di mana PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY), yang bergerak di sektor hiburan malam, resmi dikeluarkan dari daftar HSC. Pencoretan ini berlaku efektif sejak 29 Juni 2026 dan telah diumumkan kepada publik pada 2 Juli 2026.
Detail Emiten dengan Kepemilikan Tinggi
Berdasarkan data yang dipublikasikan, PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) mencatatkan porsi kepemilikan tertinggi dengan angka mencapai 99,99 persen. Di posisi kedua, terdapat PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dengan rasio 99,96 persen. Selanjutnya, PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) masing-masing memiliki kepemilikan sebesar 99,95 persen, diikuti oleh PT Golden Flower Tbk (POLU) yang tercatat di angka 99,94 persen.
Emiten Besar dalam Daftar HSC
Menariknya, daftar HSC kali ini tidak hanya diisi oleh emiten dengan kapitalisasi pasar kecil, tetapi juga mencakup emiten besar. Beberapa perusahaan besar yang masuk dalam daftar ini antara lain PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), serta bank-bank besar seperti PT Bank Permata Tbk (BNLI) dan PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN).
Untuk memudahkan pemetaan, berikut adalah rincian 48 emiten dalam daftar HSC berdasarkan tingkat konsentrasi kepemilikan saham mereka:
Cluster Konsentrasi Super Pekat (99,00% – 99,99%)
MPRO (PT Maha Properti Indonesia Tbk): 99,99%
DCII (PT DCI Indonesia Tbk): 99,96%
BBSI (PT Krom Bank Indonesia Tbk): 99,95%
PGUN (PT Pradiksi Gunatama Tbk): 99,95%
POLU (PT Golden Flower Tbk): 99,94%
SOHO (PT Soho Global Health Tbk): 99,93%
BNLI (PT Bank Permata Tbk): 99,92%
YUPI (PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk): 99,91%
ROCK (PT Rockfields Properti Indonesia Tbk): 99,85%
PRAY (PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk): 99,84%
BTPN (PT Bank SMBC Indonesia Tbk): 99,78%
FAPA (PT FAP Agri Tbk): 99,77%
IFSH (PT Ifishdeco Tbk): 99,77%
SMAR (PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk): 99,58%
MLPT (PT Multipolar Technology Tbk): 99,42%
CMNT (PT Cemindo Gemilang Tbk): 99,41%
GEMS (PT Golden Energy Mines Tbk): 99,24%
LIFE (PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk): 99,21%
BNII (PT Bank Maybank Indonesia Tbk): 99,14%
Cluster Konsentrasi Tinggi (95,00% – 98,90%)
ELPI (PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk): 98,90%
MCOL (PT Prima Andalan Mandiri Tbk): 98,62%
BYAN (PT Bayan Resources Tbk): 98,50%
KING (PT Hoffmen Cleanindo Tbk): 98,40%
SOTS (PT Satria Mega Kencana Tbk): 98,35%
DNET (PT Indoritel Makmur Internasional Tbk): 98,06%
RISE (PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk): 98,03%
AGII (PT Samator Indo Gas Tbk): 97,75%
ALII (PT Ancara Logistics Indonesia Tbk): 97,62%
DGWG (PT Delta Giri Wacana Tbk): 97,35%
BREN (PT Barito Renewables Energy Tbk): 97,31%
SRAJ (PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk): 97,21%
MKPI (PT Metropolitan Kentjana Tbk): 97,02%
SILO (PT Siloam International Hospitals Tbk): 96,70%
HATM (PT Habco Trans Maritima Tbk): 96,09%
MGLV (PT Panca Anugrah Wisesa Tbk): 95,94%
WBSA (PT BSA Logistics Indonesia Tbk): 95,82%
DSSA (PT Dian Swastatika Sentosa Tbk): 95,76%
MEGA (PT Bank Mega Tbk): 95,68%
MORA (PT Ekamas Mora Republik Tbk): 95,65%
RLCO (PT Abadi Lestari Indonesia Tbk): 95,34%
KONI (PT Perdana Bangun Pusaka Tbk): 95,08%
FITT (PT Hotel Fitra International Tbk): 95,00%
Cluster Konsentrasi Moderat (Di Bawah 95,00%)
STTP (PT Siantar Top Tbk): 94,95%
SATU (PT Kota Satu Properti Tbk): 94,27%
TCPI (PT Transcoal Pacific Tbk): 94,10%
BELI (PT Global Digital Niaga Tbk): 93,83%
MGRO (PT Mahkota Group Tbk): 93,76%
FILM (PT MD Entertainment Tbk): 92,98%
Artikel ini disusun untuk memberikan informasi kepada publik dan memenuhi fungsi pers yang seimbang mengenai keterbukaan informasi di PT Bursa Efek Indonesia. Rincian yang disajikan di atas merujuk pada data resmi pada tanggal pengumuman dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi transaksi atau ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Segala risiko yang timbul akibat keputusan finansial pembaca sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing.