Sunday, 16 August 2026
Politik & Hukum

PB SEMMI Dorong Perubahan untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) mendorong transformasi organisasi untuk menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045 dengan fokus pada penguatan tradisi intelektual d...

I
Intan Permatasari
03 July 2026 146 pembaca
PB SEMMI Dorong Transformasi Organisasi, Siapkan Kader Penggerak Indonesia Emas 2045
PB SEMMI Dorong Transformasi Organisasi, Siapkan Kader Penggerak Indonesia Emas 2045
jpnn.com Sumber: jpnn.com

Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) mengungkapkan pentingnya transformasi organisasi kader untuk menjawab tantangan menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu langkah yang diusulkan adalah memperkuat tradisi intelektual, kaderisasi berbasis kompetensi, serta penguasaan teknologi.

Bendahara Umum PB SEMMI, Achmad Donny, menekankan bahwa Indonesia kini berada dalam fase kritis menjelang satu abad kemerdekaan. Ia menyatakan bahwa meskipun Indonesia memiliki bonus demografi dan kekayaan sumber daya alam, hal tersebut tidak cukup untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju tanpa adanya kualitas kepemimpinan, tradisi intelektual, dan kemandirian dalam pembangunan. "Pertanyaan yang perlu dijawab bukan lagi apakah Indonesia akan maju, tetapi apakah Indonesia mampu maju dengan kekuatannya sendiri. Di sinilah konsep berdikari menjadi sangat relevan," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Paradigma Pembangunan Berdikari

Donny menjelaskan bahwa makna berdikari di era modern tidak hanya sekadar slogan politik, tetapi juga merupakan paradigma pembangunan yang menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, penguatan industri nasional, serta pengelolaan sumber daya alam yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, sejalan dengan semangat perjuangan Sarekat Islam yang sejak awal mengutamakan kemandirian ekonomi, kepemimpinan, dan perjuangan untuk kepentingan rakyat.

Di sisi lain, Donny mengamati bahwa Indonesia saat ini tengah menghadapi krisis gagasan. Ia menilai bahwa ruang publik lebih banyak diisi dengan perdebatan jangka pendek ketimbang diskusi mengenai arah pembangunan nasional. "Kritik tetap penting, tetapi harus disertai gagasan dan solusi. Sejarah menunjukkan perubahan besar selalu lahir dari kekuatan ide," jelasnya.

Agenda Transformasi SEMMI

Karena itu, Donny berpendapat bahwa SEMMI perlu memasuki fase baru sebagai gerakan intelektual nasional. Ia menekankan bahwa organisasi tidak cukup dikenal hanya melalui aktivitas seremonial, tetapi harus menjadi pusat pengembangan kader, gagasan, riset, dan rekomendasi kebijakan untuk bangsa. Donny mengusulkan lima agenda transformasi SEMMI, yaitu:

  1. Memperkuat kaderisasi berbasis kompetensi untuk mencetak intelektual publik, akademisi, birokrat, pengusaha, hingga politisi yang memiliki visi kebangsaan.
  2. Membangun tradisi produksi gagasan melalui kajian, riset, dan policy paper sebagai kontribusi terhadap penyusunan kebijakan publik.
  3. Memperkuat gerakan ekonomi kader melalui pengembangan kewirausahaan, koperasi modern, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan UMKM.
  4. Meningkatkan kapasitas kepemimpinan digital agar kader mampu beradaptasi dengan perkembangan kecerdasan buatan dan transformasi teknologi.
  5. Memperluas pengabdian kepada masyarakat melalui program di bidang pendidikan, lingkungan hidup, pemberdayaan desa, literasi digital, ketahanan pangan, hingga advokasi kebijakan publik.

Donny menekankan bahwa transformasi ini tidak berarti meninggalkan nilai-nilai Sarekat Islam, melainkan mengaktualisasikan semangat perjuangan organisasi sesuai dengan tantangan abad ke-21. Ia menegaskan bahwa Indonesia Emas 2045 memerlukan generasi yang memiliki kapasitas intelektual, integritas moral, serta kemampuan untuk memimpin perubahan. "SEMMI harus mengambil peran sebagai pelopor kebangkitan intelektual Indonesia pada abad ke-21. Indonesia yang berdikari tidak akan lahir dari banyaknya slogan, tetapi dari organisasi yang mampu membentuk manusia-manusia berintegritas, berilmu, dan berani memimpin perubahan," tutup Donny.

// Artikel Terkait