Sunday, 16 August 2026
Finansial

Panda Bond Perdana Indonesia Diterima Positif, Pesanan Investor Tiongkok Capai Rp 45 Triliun

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan telah menerbitkan Panda Bond pertama senilai CNY7 miliar, yang menarik minat tinggi dari investor di Tiongkok dengan total pesanan mencapai Rp 45 tril...

D
Dimas Adhyaksa Putra
25 July 2026 65 pembaca
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]
suara.com Sumber: suara.com

Pemerintah Indonesia, diwakili oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, telah resmi meluncurkan Panda Bond perdana pada 23 Juli 2026, dengan nilai mencapai CNY7 miliar atau sekitar Rp 18,5 triliun. Penerbitan Surat Utang Negara ini dilakukan dalam dua seri dengan tenor tiga dan lima tahun, bertujuan untuk mendukung pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Detail Penerbitan Panda Bond

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menyampaikan bahwa Panda Bond ini terdiri dari dua seri, yaitu RICNY0729 dan RICNY0731. Seri RICNY0729 memiliki tenor tiga tahun dan jatuh tempo pada 30 Juli 2029, dengan nominal penerbitan mencapai CNY5,6 miliar (setara Rp 14,8 triliun) dan kupon yield sebesar 1,90 persen. Sementara itu, seri RICNY0731 memiliki tenor lima tahun dan jatuh tempo pada 30 Juli 2031, dengan nominal penerbitan CNY1,4 miliar (setara Rp 3,7 triliun) dan kupon yield sebesar 2,19 persen.

DJPPR mengungkapkan, "Dengan mengoptimalkan momentum positif di pasar obligasi domestik Tiongkok, Pemerintah melaksanakan penerbitan perdana Panda Bonds pada tanggal 23 Juli 2026," sebagaimana tercantum dalam siaran pers yang dirilis pada 24 Juli 2026.

Sambutan Positif dari Investor

Transaksi perdana Panda Bond ini mendapatkan respons yang sangat baik dari investor Tiongkok, dengan total peak orderbook mencapai sekitar CNY17,0 miliar (setara Rp 45 triliun) atau bid-to-cover ratio sebesar 2,4 kali. Hal ini menunjukkan tingginya permintaan dari investor yang memungkinkan pemerintah untuk mendapatkan biaya pendanaan yang efisien melalui penetapan tingkat imbal hasil yang kompetitif.

DJPPR menambahkan, "Tingginya order book dan pricing yang kompetitif mencerminkan kuatnya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi dan kredibilitas pengelolaan fiskal Indonesia, komunikasi yang efektif dengan investor di Tiongkok, serta pemanfaatan momentum pasar yang tepat." Hasil dari penerbitan Panda Bond ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN Tahun Anggaran 2026.

Surat Utang Negara Panda Bonds yang diterbitkan dalam transaksi ini mendapatkan peringkat AAA (Stable) dari China Lianhe Credit Rating Co., Ltd. Bank of China Limited berperan sebagai Lead Underwriter dan Lead Bookrunner, sementara China International Capital Corporation Limited, CITIC Securities Co., Ltd., DBS Bank (China) Limited, dan Industrial and Commercial Bank of China Limited berfungsi sebagai Joint Lead Underwriters dan Joint Bookrunners.

Selain itu, Agricultural Bank of China Limited, China Construction Bank Corporation, dan The Export-Import Bank of China juga terlibat sebagai Co-Managers dalam transaksi ini.

// Artikel Terkait