Sunday, 16 August 2026
Kesehatan

Pakar Kesehatan Ingatkan Urine Jernih Tidak Selalu Menandakan Kesehatan Optimal

Banyak yang menganggap urine yang sangat jernih sebagai tanda kesehatan yang baik, namun seorang ahli urologi mengingatkan bahwa kondisi ini bisa menjadi indikasi adanya masalah pada ginjal.

A
Adib Ahmad Rizaldi
08 July 2026 70 pembaca
Foto ilustrasi: Getty Images/herraez
Foto ilustrasi: Getty Images/herraez

Jakarta - Banyak orang beranggapan bahwa semakin banyak mengonsumsi air putih hingga urine berwarna jernih menunjukkan kesehatan tubuh yang semakin baik. Namun, dr Wong Si-gong, seorang pakar urologi, memperingatkan bahwa pandangan tersebut tidak sepenuhnya benar. Menurutnya, urine yang terlalu jernih atau transparan secara terus-menerus bisa menjadi tanda adanya gangguan pada fungsi ginjal.

Dr Wong menjelaskan bahwa warna urine merupakan salah satu indikator penting dari metabolisme dan kinerja ginjal. Jika urine terus-menerus tampak bening, hal ini dapat menunjukkan bahwa tubuh mengalami kelebihan cairan atau overhidrasi, yang memaksa ginjal untuk bekerja lebih keras dalam membuang kelebihan air.

Risiko Kesehatan Akibat Urine Jernih

Kondisi ini juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit, yang dikenal sebagai hiponatremia, di mana kadar natrium dalam darah menjadi terlalu rendah. Gejala dari kondisi ini antara lain pusing, mual, kelemahan, hingga kejang.

Penyebab Urine Terlalu Jernih

Apabila urine yang sangat jernih disertai dengan keluhan seperti frekuensi buang air kecil yang meningkat atau terbangun lebih dari dua kali di malam hari untuk buang air kecil (nokturia), dr Wong menyebutkan beberapa kemungkinan penyebabnya, antara lain:

  • Overhidrasi: Intoksikasi air akibat konsumsi cairan yang berlebihan yang membebani ginjal.
  • Efek Samping: Penggunaan obat diuretik, kafein, atau alkohol.
  • Diabetes: Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan peningkatan volume urine (poliuria).
  • Penyakit Ginjal Kronis Stadium Awal: Penurunan kemampuan ginjal dalam mengonsentrasi urine.

Untuk memastikan penyebab dari urine yang terlalu jernih, dr Wong merekomendasikan pemeriksaan fungsi ginjal, seperti tes kreatinin serum, protein urine, dan elektrolit darah. Ia juga menekankan bahwa kunci untuk hidrasi yang sehat bukanlah mengejar urine yang sepenuhnya bening, melainkan menjaga kestabilan metabolisme tubuh. Fungsi ginjal dinilai beroperasi normal dan seimbang jika urine menunjukkan dua warna, yaitu kuning pucat dan kuning muda (mirip warna jerami).

Dengan demikian, penting untuk tidak mengabaikan tanda-tanda yang mungkin menunjukkan masalah kesehatan, termasuk warna urine yang tidak biasa.

// Artikel Terkait