Wednesday, 10 June 2026
Kesehatan

'Nutri Level': Empat Kategori Produk Nutrisi Resmi Disetujui BPOM RI

'Nutri Level', yang baru saja mendapatkan persetujuan dari BPOM RI, akan mengklasifikasikan produk nutrisi ke dalam empat kategori yang berbeda untuk meningkatkan kesadaran konsumen.

P
Patrick Jonathan
07 April 2026 20 pembaca
'Nutri Level': Empat Kategori Produk Nutrisi Resmi Disetujui BPOM RI
Sumber gambar: health.detik.com

Program 'Nutri Level' yang baru saja disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) bertujuan untuk memberikan informasi yang lebih jelas mengenai produk-produk nutrisi di pasar. Empat kategori yang akan ditetapkan dalam program ini diharapkan dapat membantu konsumen dalam membuat pilihan makanan yang lebih sehat.

Kategori yang akan diterapkan dalam 'Nutri Level' mencakup: kategori pertama adalah produk dengan nutrisi tinggi, kategori kedua adalah produk yang rendah kalori, kategori ketiga mencakup makanan yang mengandung bahan tambahan alami, dan kategori terakhir adalah produk yang dikategorikan sebagai makanan olahan dengan kualitas lebih baik. Dengan demikian, diharapkan masyarakat akan lebih memperhatikan informasi yang ditemui pada kemasan produk.

Menurut Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito, program ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pemilihan makanan yang sehat. "Kami berharap dengan adanya 'Nutri Level', masyarakat dapat lebih mudah memahami kandungan gizi dan memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan mereka," ungkapnya saat peluncuran program tersebut.

Penerapan 'Nutri Level' tidak hanya akan memberikan manfaat bagi konsumen, tetapi juga bagi produsen. Dengan adanya pengkategorian yang jelas, produsen dapat lebih memahami pasar dan berinovasi dalam menciptakan produk yang memenuhi standar gizi yang lebih baik. Hal ini diharapkan dapat mendorong industri makanan untuk lebih kompetitif dengan menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dan sehat.

Beberapa produsen makanan yang telah berpartisipasi dalam program uji coba mengakui pentingnya inisiatif ini. Seorang produsen makanan sehat, Andi, mengatakan, "Dengan adanya 'Nutri Level', kami merasa lebih termotivasi untuk memperbaiki kualitas produk kami, sehingga konsumen bisa mendapatkan informasi yang akurat dan sejalan dengan perkembangan kesehatan." Ini menggambarkan bagaimana program ini menjadi pendorong positif bagi industri nutrisi di Indonesia.

Keberhasilan implementasi 'Nutri Level' akan memerlukan kolaborasi antara BPOM RI, produsen, dan masyarakat. Untuk itu, sosialisasi mengenai program ini menjadi sangat penting. BPOM RI berencana untuk mengadakan seminar dan pelatihan bagi produsen serta kampanye edukasi untuk konsumen agar mereka memahami dan menggunakan informasi dari 'Nutri Level' dengan efektif.

Secara keseluruhan, peluncuran 'Nutri Level' adalah langkah maju dalam penyediaan informasi nutrisi yang transparan bagi masyarakat. Dengan adanya sistem pengkategorian ini, diharapkan Indonesia dapat menuju pola hidup yang lebih sehat, sekaligus mendorong industri makanan untuk memberikan produk yang lebih berkualitas. Perkembangan selanjutnya akan terus dipantau untuk memastikan efektivitas program ini di tengah masyarakat.

Tidak ada tag untuk artikel ini

// Artikel Terkait