JAKARTA - Nurdiansyah Alasta, yang menjabat sebagai Bendahara DPD Partai Demokrat Aceh dan Ketua Komisi IV DPRA, mengungkapkan keinginannya untuk maju sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh dalam Musyawarah Daerah yang dijadwalkan pada Agustus 2026. Pernyataan ini disampaikan Nurdiansyah setelah menerima dukungan signifikan dari berbagai pihak baik di dalam maupun di luar partai yang dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Nurdiansyah berasal dari keluarga yang memiliki sejarah panjang dengan Partai Demokrat. Ayahnya, almarhum H. Jamidin Hamdani, pernah menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Tenggara dari tahun 2002 hingga 2017 dan juga merupakan Anggota DPR Aceh. Dalam suratnya, Nurdiansyah menyatakan, "Saya mengundurkan diri dari Pegawai Negeri Sipil untuk mencalonkan diri sebagai Caleg DPR Aceh di Pemilu 2019 dengan niat melanjutkan perjuangan dan cita-cita orang tua yang begitu cinta kepada Pak SBY dan Partai Demokrat."
Dukungan yang Kuat
Nurdiansyah mengklaim telah mendapatkan dukungan yang luas dari dalam partai dan juga dari luar. Dukungan tersebut termasuk pernyataan lisan dari Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat untuk periode 2020-2025, T. Riefky Harsya, yang disampaikan di hadapan 18 Ketua DPC. Selain itu, ia juga menerima dukungan tertulis dari 18 dari 23 Ketua DPC di seluruh Aceh. Dukungan juga datang dari dua organisasi sayap Partai Demokrat di Aceh, yaitu IMDI dan BMI, serta sejumlah tokoh penting di luar partai.
Beberapa tokoh yang memberikan dukungan moral antara lain Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf, yang juga merupakan Ketua Umum DPP Partai Aceh, Ketua DPR Aceh Zulfadhli, dan Abu Paya Pasi, Imam Besar Masjid Baiturrahman. Nurdiansyah menyatakan, "Dukungan internal dan tokoh masyarakat ini memiliki semangat yang sama yaitu kebersamaan dalam membesarkan partai dan membangun Aceh di masa yang akan datang."
Pesaing dalam Musda
Dalam Musyawarah Daerah Partai Demokrat Aceh yang akan datang, Nurdiansyah diperkirakan akan bersaing dengan kandidat lain, termasuk Sayuti Abu Bakar, mantan caleg DPR RI dari PKB yang tidak berhasil terpilih pada Pileg 2019. Sayuti, yang pernah menjabat sebagai sekretaris Majelis Tinggi Partai Nangroe Aceh, kini menjabat sebagai wali kota Lhokseumawe.
Nurdiansyah menegaskan bahwa ia akan mengikuti seluruh proses pencalonan sesuai dengan mekanisme partai dan siap menerima keputusan yang diambil oleh Ketum AHY. Ia menambahkan, "Bagi saya, yang terpenting adalah tetap menjaga persatuan, marwah partai, dan semangat pengabdian kepada Partai Demokrat."
Musda DPD Partai Demokrat Aceh diperkirakan akan menjadi perhatian khusus dari DPP, mengingat posisi strategis Aceh dalam peta politik nasional serta target penambahan kursi DPR pada tahun 2029.