Indonesia memiliki 42 persen dari total cadangan nikel dunia, menjadikannya sebagai pemimpin dalam investasi hilirisasi. Sumber daya nikel yang melimpah ini berperan penting dalam pengembangan industri baterai dan kendaraan listrik global.
Keberadaan nikel di Indonesia tidak hanya menarik perhatian investor lokal, tetapi juga internasional. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan yang terus meningkat untuk bahan baku baterai kendaraan listrik, yang diperkirakan akan terus tumbuh seiring dengan transisi energi global. Menurut data, permintaan nikel diperkirakan akan meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang, mendorong pemerintah untuk mempercepat hilirisasi industri nikel di dalam negeri.
Dengan adanya kebijakan pemerintah yang mendukung pengembangan industri hilirisasi, berbagai proyek investasi telah diluncurkan. Misalnya, beberapa perusahaan telah berinvestasi dalam pembangunan pabrik pengolahan nikel untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam Indonesia dan menciptakan lapangan kerja baru.
Ke depan, Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas produksi nikel dan menarik lebih banyak investasi. Dengan potensi yang dimiliki, nikel diprediksi akan tetap menjadi 'raja' dalam sektor investasi hilirisasi di Indonesia.