Sunday, 16 August 2026
Tekno

Model AI Terbaru Meta Dekati Kemampuan ChatGPT

Meta mengumumkan bahwa model kecerdasan buatannya yang terbaru, Watermelon, semakin mendekati kemampuan ChatGPT dari OpenAI, di tengah persaingan ketat dalam pengembangan AI.

A
Adib Ahmad Rizaldi
05 July 2026 73 pembaca
Meta mengklaim model AI terbarunya, Watermelon, mendekati kemampuan ChatGPT OpenAI. (Foto: REUTERS/DADO RUVIC)
Meta mengklaim model AI terbarunya, Watermelon, mendekati kemampuan ChatGPT OpenAI. (Foto: REUTERS/DADO RUVIC)

Jakarta, CNN Indonesia -- Meta mengungkapkan bahwa model kecerdasan buatan (AI) terbarunya semakin mendekati kemampuan ChatGPT yang dikembangkan oleh OpenAI. Pernyataan ini muncul di tengah persaingan yang ketat antara perusahaan teknologi global untuk menciptakan model AI paling mutakhir.

Kepala Meta Superintelligence Labs, Alexandr Wang, menyampaikan kepada para karyawan bahwa model AI terbaru mereka, yang dikenal dengan nama sandi Watermelon, sedang dalam proses pelatihan dan telah mengejar kemampuan dari model unggulan OpenAI, GPT-5.5. "Watermelon, model kami berikutnya setelah Avocado, saat ini sedang dalam tahap pelatihan," ujar Wang dalam sebuah pertemuan internal perusahaan, seperti yang dilaporkan oleh Business Insider pada hari Sabtu (4/7).

Peningkatan Kapasitas Pelatihan

Wang menjelaskan bahwa Watermelon dilatih dengan menggunakan kapasitas komputasi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan Avocado, yang merupakan nama internal untuk Muse Spark, model AI Meta yang diluncurkan pada bulan April lalu.

Secara terpisah, melalui akun X, Wang juga mengisyaratkan adanya pembaruan signifikan untuk Muse Spark. Ia menyatakan bahwa model tersebut akan mengalami peningkatan yang berarti, terutama dalam hal kemampuan pemrograman dan fungsi agentic capabilities.

Persaingan dalam Pengembangan AI

Ketika ditanya mengenai kapan Meta akan memiliki model pemrograman yang dapat bersaing dengan Claude Opus milik Anthropic, Wang menjawab bahwa hal itu akan terjadi dalam waktu dekat. Ia juga menambahkan bahwa pengguna akan menyukai teknologi yang sedang dikembangkan oleh Meta.

Selama ini, Meta berusaha untuk mengejar ketertinggalan dari OpenAI, Google, dan Anthropic dalam perlombaan untuk mengembangkan AI generatif. Meskipun perusahaan telah menginvestasikan banyak dana untuk chip, pusat data, dan perekrutan talenta, mereka masih dianggap belum mampu menempatkan model AI-nya di posisi terdepan dalam industri.

Jika klaim Wang terbukti benar, ini akan menjadi sinyal kuat bahwa investasi besar Meta mulai menunjukkan hasil di tengah kompetisi AI yang semakin berkembang pesat. OpenAI sendiri telah merilis GPT-5.5 pada bulan April tahun ini, dan kemudian memperkenalkan GPT-5.6 pada akhir bulan lalu, meskipun model tersebut belum dirilis secara luas karena permintaan dari pemerintah Amerika Serikat.

// Artikel Terkait