Wednesday, 10 June 2026
Politik & Hukum

Misbakhun: Pemerintah dan DPR Berkomitmen Mencari Solusi untuk Menstabilkan Rupiah

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menekankan bahwa pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan pelaku ekonomi. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak pa...

L
Lucas Fabian
20 May 2026 21 pembaca
Misbakhun: Pemerintah dan DPR Berkomitmen Mencari Solusi untuk Menstabilkan Rupiah
Misbakhun: Pemerintah dan DPR Intens Cari Solusi Stabilkan Rupiah
jpnn.com Sumber: jpnn.com

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan bahwa penurunan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS saat ini menjadi perhatian yang serius bagi pemerintah dan pelaku ekonomi di Indonesia. Ia meminta masyarakat untuk tidak bereaksi berlebihan terhadap perubahan kurs yang dapat memicu kepanikan dan berdampak negatif pada sentimen pasar.

Misbakhun merujuk pada pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai tekanan yang dialami Rupiah terhadap Dolar AS, dan menilai bahwa pesan yang ingin disampaikan adalah pentingnya menjaga ketenangan publik di tengah ketidakpastian ekonomi global. “Yang ingin disampaikan Presiden adalah masyarakat tidak perlu panik berlebihan setiap kali melihat nilai tukar bergerak. Bukan berarti pelemahan Rupiah dianggap tidak penting atau disepelekan,” ungkap Misbakhun dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Menjaga Ketenangan Publik

Menurut Misbakhun, konteks yang ingin dibangun oleh Presiden adalah menjaga ketenangan masyarakat agar tidak terjebak dalam kepanikan yang dapat merugikan ekonomi. Ia mengibaratkan fluktuasi nilai tukar seperti cuaca buruk saat berlayar. Meskipun ombak perlu diwaspadai dan diantisipasi dengan navigasi yang baik, kepanikan di atas kapal justru dapat meningkatkan risiko. “Kalau ada gelombang besar, tentu nahkoda harus bekerja serius menjaga arah kapal, tetapi penumpang juga tidak perlu panik seolah kapal akan tenggelam,” jelasnya.

Kerja Sama Antara Pemerintah dan DPR

Misbakhun menegaskan bahwa DPR memahami dampak sensitivitas nilai tukar terhadap masyarakat, terutama dalam hal harga energi, bahan pangan impor, dan kebutuhan industri. Oleh karena itu, Komisi XI DPR RI terus memantau perkembangan nilai tukar Rupiah dan berkomunikasi secara intensif dengan pemerintah, Bank Indonesia, serta otoritas sektor keuangan untuk membahas langkah-langkah penguatan stabilitas ekonomi nasional.

“Di belakang layar, pembahasan mengenai stabilitas Rupiah dan langkah-langkah penguatannya terus dilakukan secara intens. Pemerintah dan DPR tidak diam,” kata Misbakhun. Ia optimis bahwa langkah-langkah kooperatif yang diambil oleh pemerintah dan otoritas ekonomi akan memberikan sentimen positif terhadap pasar dalam waktu dekat. “Saya yakin pasar akan mulai melihat arah perbaikannya. Yang penting sekarang konsistensi kebijakan dijaga dan kepercayaan publik tidak boleh goyah,” tutupnya.

// Artikel Terkait