Friday, 12 June 2026
Kesehatan

Minuman Manis Berisiko Tingkatkan Kanker Hati, Temuan Penelitian Terbaru

Konsumsi minuman manis dapat meningkatkan risiko kanker hati, menurut penelitian yang melibatkan lebih dari 1,5 juta orang. Penelitian ini menunjukkan hubungan antara minuman yang mengandung gula tamb...

R
Reza Mahendra
11 June 2026 3 pembaca
Minuman Manis Berisiko Tingkatkan Kanker Hati, Temuan Penelitian Terbaru
Foto: Ilustrasi minuman manis (Getty Images/iStockphoto/SB Arts Media)

Jakarta - Banyak orang menyukai minuman manis atau bersoda, namun penting untuk mengurangi konsumsi jenis minuman ini karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan, khususnya hati. Sebuah penelitian yang dikutip dari Medical Xpress menganalisis pola makan lebih dari 1,5 juta orang dewasa yang terlibat dalam sebelas studi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara minuman manis yang mengandung gula tambahan atau pemanis buatan dengan risiko kanker hati.

Para peserta penelitian diminta untuk mengisi kuesioner mengenai frekuensi konsumsi makanan dan dipantau melalui registrasi kanker negara bagian atau survei kesehatan selama rata-rata hampir 18 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi minuman manis yang mengandung gula tambahan, atau yang dikenal sebagai sugar-sweetened beverages (SSB), berkaitan dengan peningkatan risiko dua subtipe utama kanker hati, yaitu karsinoma hepatoseluler dan kolangiokarsinoma intrahepatik. Sebaliknya, minuman yang menggunakan pemanis buatan, atau artificially sweetened beverages (ASB), tidak menunjukkan hubungan dengan kanker hati secara keseluruhan maupun dengan subtipe tersebut.

Temuan Penelitian dan Implikasinya

Studi ini dipimpin oleh Cocy Watling dari National Cancer Institute dan diterbitkan pada 10 Juni 2026 di JAMA Network Open. Meskipun penelitian ini tidak membuktikan bahwa minuman manis secara langsung menyebabkan kanker hati, para penulisnya menyatakan bahwa temuan ini menambah bukti yang ada mengenai hubungan antara konsumsi minuman manis dan dampak negatif bagi kesehatan jangka panjang. Sebelumnya, konsumsi gula yang berlebihan juga telah dikaitkan dengan berbagai penyakit.

Menurut informasi dari Harvard Health Publishing, konsumsi gula yang berlebihan diketahui dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. Dalam penelitian yang dilakukan pada tahun 2023 di BMC Medicine, analisis data dari 110.000 orang selama sembilan tahun menunjukkan bahwa konsumsi gula tambahan dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Semakin banyak gula tambahan yang dikonsumsi, semakin tinggi risiko yang dihadapi.

Dampak Jangka Panjang pada Kesehatan Hati

Kadar gula yang tinggi dapat membebani hati, yang berfungsi mengubah karbohidrat dari makanan menjadi lemak. Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan penumpukan lemak yang lebih besar, yang berpotensi berkembang menjadi penyakit hati berlemak. Penyakit ini merupakan faktor pemicu diabetes dan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Dengan demikian, penting bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan asupan minuman manis demi menjaga kesehatan hati dan mencegah risiko penyakit yang lebih serius di masa depan.

// Artikel Terkait