Wednesday, 10 June 2026
Tekno

Meta Secara Bertahap Nonaktifkan Akun Anak Sesuai Aturan Komdigi

Meta memulai proses penonaktifan akun bagi pengguna di bawah umur, sebagai langkah pemenuhan regulasi Komdigi yang baru diterapkan.

I
Intan Permatasari
10 April 2026 22 pembaca
Meta Secara Bertahap Nonaktifkan Akun Anak Sesuai Aturan Komdigi
Sumber gambar: cnnindonesia.com

Dalam sebuah langkah untuk mematuhi peraturan baru yang ditetapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komdigi), Meta, perusahaan induk dari platform media sosial seperti Facebook dan Instagram, kini memulai proses bertahap untuk menonaktifkan akun pengguna yang berusia di bawah umur. Langkah ini diambil setelah adanya penekanan dari pemerintah untuk melindungi anak-anak di dunia digital.

Keputusan ini diambil setelah ditemukan fakta bahwa banyak anak yang menggunakan akun di platform Meta meskipun belum memenuhi batas usia yang telah ditetapkan. Dalam pernyataannya, Meta mengungkapkan, "Kami berkomitmen untuk melindungi para pengguna muda kami dan mengikuti peraturan yang ada demi keselamatan mereka." Dengan langkah ini, Meta berharap dapat mengurangi risiko yang dihadapi anak-anak di platform media sosialnya.

Menurut informasi yang diperoleh, proses penonaktifan akun ini akan dilaksanakan secara bertahap. Awalnya, Meta akan melakukan verifikasi usia melalui sistem yang telah disiapkan. Jika teridentifikasi bahwa pengguna berusia di bawah batas yang diizinkan, akun tersebut akan dinonaktifkan. "Ini adalah upaya nyata untuk meningkatkan keamanan dan memberikan pengalaman yang lebih baik kepada pengguna," kata seorang sumber dari Meta.

Langkah ini muncul sebagai respons terhadap dorongan dari pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi masalah perlindungan anak dalam ruang digital. Angka pengguna di bawah umur di platform ini menunjukkan tren yang meningkat, sehingga menimbulkan kekhawatiran mengenai paparan konten yang tidak sesuai dan potensi risiko penipuan online. Seorang ibu yang memiliki anak berusia 10 tahun menyatakan, "Saya mendukung langkah ini. Anak saya belum siap untuk terpapar oleh konten yang ada di media sosial."

Lebih lanjut, kebijakan ini diharapkan dapat membantu orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak mereka di internet. Meta juga mengedukasi pengguna mengenai pentingnya menjaga privasi dan batasan dalam menggunakan media sosial. "Kami ingin keluarga merasa aman saat menggunakan platform kami. Oleh karena itu, kami melakukan langkah ini untuk memastikan bahwa anak-anak tidak menjadi sasaran dari konten yang berbahaya," tambah perwakilan Meta.

Seiring berjalannya waktu, diharapkan bahwa langkah ini tidak hanya memberikan perlindungan lebih bagi anak-anak, tetapi juga membangun kesadaran lebih luas di kalangan pengguna mengenai penggunaan yang bertanggung jawab terhadap media sosial. Proses penonaktifan akun anak ini akan berlanjut dalam beberapa bulan mendatang, dan akan terus dievaluasi untuk memastikan efektivitasnya.

Di masa depan, Meta berencana untuk memperkenalkan fitur-fitur baru yang dapat membantu orang tua dalam memantau serta membimbing anak-anak mereka saat menggunakan platform. Dengan kebijakan ini, diharapkan tercipta lingkungan online yang lebih aman dan sehat bagi seluruh pengguna, terutama anak-anak.

Tidak ada tag untuk artikel ini

// Artikel Terkait