Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, mengajak lebih banyak perusahaan untuk mengadopsi konsep Corporate Business Responsibility (CBR) guna mendukung lahirnya pengusaha baru di Indonesia. Dalam peluncuran Diplomat Success Challenge Season 17 yang berlangsung di Jakarta, Maman menekankan bahwa keterlibatan sektor bisnis sangat diperlukan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan dan menciptakan lapangan kerja baru.
Menurut Maman, Kementerian UMKM berupaya mendorong penerapan CBR sebagai pendekatan inovatif yang fokus pada pembinaan pelaku usaha. "Kita Kementerian UMKM muncul dengan satu konsep bahwa, oke kita prinsipnya memberikan rekomendasi tetapi ada satu syarat. Syaratnya apa? CBR. Apa itu CBR? Corporate Business Responsibility," ujarnya saat acara tersebut pada Kamis, 9 Juli 2026.
Pentingnya CBR dalam Mendorong Kewirausahaan
Maman menjelaskan bahwa konsep ini muncul karena program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang ada saat ini belum cukup efektif dalam menciptakan pengusaha baru. "Ada yang bilang kenapa enggak CSR Pak Maman? Saya bilang, sudah berapa lama corporate program CSR ini berjalan di tanah air kita tapi tidak mampu menghasilkan orang-orang hebat, orang-orang kaya, orang-orang pengusaha-pengusaha baru dan lain sebagainya. Mohon maaf saya harus bilang apa adanya," tambahnya.
Dia juga mengungkapkan bahwa semangat CBR telah diterapkan dalam penyelenggaraan Diplomat Success Challenge yang diadakan oleh Wismilak Group. "Ternyata tadi, setahun yang lalu pada saat saya diundang dan diajak di acara bergabung untuk men-support di acara Diplomat Success Challenge ini, apa yang dilakukan oleh teman-teman Wismilak Group, hampir mirip dan sama dengan konsep Corporate Business Responsibility," jelasnya.
Founders' Arena dan Dana Hibah untuk Pengusaha
Maman berharap agar semakin banyak perusahaan besar yang menjalankan program serupa untuk melahirkan lebih banyak pendiri dan pengusaha baru. "Makanya tadi kita berharap ini bisa diduplikasi-diduplikasi oleh beberapa korporasi-korporasi, perusahaan-perusahaan besar di tanah air kita," harapnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, DSC memperkenalkan Founders' Arena, yang merupakan pengembangan dari kompetisi bisnis menjadi ekosistem kewirausahaan yang lebih terbuka dan kolaboratif dengan tema Founders of Indonesia. Penyelenggara juga menyediakan dana hibah senilai Rp2,5 miliar untuk mendukung para entrepreneur di Indonesia.
Berdasarkan data yang disampaikan penyelenggara, rasio wirausaha mapan di Indonesia hingga Februari 2026 baru mencapai 3,43 persen dari total angkatan kerja, yang masih jauh di bawah Malaysia (4,74 persen), Thailand (4 persen), dan Singapura (8,76 persen). Setiap tahunnya, sekitar 2,9 juta penduduk usia kerja baru memasuki pasar kerja.
Ronald Walla, Direktur Utama PT Wismilak Inti Makmur, menegaskan pentingnya memiliki lebih banyak pendiri yang dapat memberikan solusi serta membuka lapangan kerja baru di Indonesia.