Sunday, 16 August 2026
Tekno

Menteri Komunikasi dan Digital Puji Peran TVRI Sebagai Penyiar Resmi Piala Dunia

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengapresiasi TVRI yang menjadi penyiar resmi Piala Dunia 2026, memungkinkan masyarakat menonton secara gratis dan merasakan kebersamaan.

R
Rangga Wijaya Kusuma
21 July 2026 50 pembaca
(Foto: dok Komdigi)
(Foto: dok Komdigi)

Jakarta, CNN Indonesia -- Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital, menilai bahwa penayangan Piala Dunia 2026 oleh TVRI, yang dapat diakses tanpa biaya oleh masyarakat, menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi penghubung yang menciptakan ruang kebersamaan. Pernyataan ini disampaikannya saat membuka acara nonton bareng Final Piala Dunia 2026 di Garuda Spark Innovation Hub, Pos Bloc Medan, Sumatra Utara, pada Senin (20/7). Acara nonton bareng ini diadakan di lebih dari 60 lokasi di berbagai daerah, termasuk Medan, Solo, Serang, Bukittinggi, Bali, dan Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio Ditjen Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi.

“Jadi malam ini kita tidak hanya terkoneksi dengan 60 titik yang diselenggarakan Komdigi, tapi begitu banyak manusia sedunia yang melakukan hal yang sama dengan yang kita lakukan. Kesan utamanya tentu adalah pertandingan menyatukan. Tidak hanya hati kita di sini, tapi sedunia,” ungkap Meutya.

Apresiasi untuk TVRI

Meutya juga memberikan penghargaan kepada TVRI yang kembali menjadi penyiar resmi Piala Dunia setelah 24 tahun. Ia menyatakan bahwa momen ini merupakan bagian dari sejarah penyiaran publik di Indonesia. “Untuk teman-teman TVRI, ini sejarah. Karena terakhir TVRI menjadi official broadcaster itu 24 tahun lalu. Jadi setelah 24 tahun, baru kali ini kembali ke titik kebanggaan kita TVRI,” tambahnya.

Piala Dunia dan Nilai Sportivitas

Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, menjelaskan bahwa penayangan Piala Dunia secara gratis melalui TVRI memungkinkan masyarakat untuk menikmati pertandingan tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan. “Biasanya nonton Piala Dunia itu bayar karena TV swasta yang membayar hak siarnya. Alhamdulillah tahun ini pemerintah melalui TVRI yang mengeluarkan anggarannya agar seluruh rakyat Indonesia bisa menikmati Piala Dunia tanpa harus bayar lagi, tanpa harus sewa dekoder dan lain-lainnya,” ujarnya.

Bagi Meutya, Piala Dunia mencerminkan nilai-nilai sportivitas, perjuangan, dan persatuan. “Dalam sebuah pertandingan yang paling utama adalah sportivitas. Dalam sebuah pertandingan yang dinilai adalah ikhtiarnya. Menang kalah bukan berarti pasti yang paling baik saja. Bisa jadi tahun ini yang menang satu negara, berikutnya negara lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tayangan Piala Dunia 2026 yang disiarkan secara gratis melalui TVRI bertujuan agar masyarakat Indonesia dapat menikmati pertandingan sepak bola dunia sebagai hiburan bersama. “Kita terima kasih kepada Bapak Presiden yang sudah memberikan sebuah hiburan untuk rakyat melalui tayangan Piala Dunia secara gratis melalui TVRI,” pungkas Meutya.

// Artikel Terkait