Friday, 19 June 2026
Finansial

Meningkatnya Ancaman Siber Mendorong Simulasi Krisis Imersif untuk Pemimpin Teknologi

Lonjakan serangan siber di Indonesia mencapai 5,5 miliar kasus pada tahun 2025, mendorong Ensign InfoSecurity meluncurkan program simulasi krisis untuk meningkatkan kesiapan pemimpin teknologi dalam m...

A
Aulia Rahmawati
18 June 2026 11 pembaca
Pelaksanaan simulasi krisis siber yang imersif di tengah meningkatnya ancaman siber oleh Ensign InfoSecurity dan iCIO Community. [Ensign]
Pelaksanaan simulasi krisis siber yang imersif di tengah meningkatnya ancaman siber oleh Ensign InfoSecurity dan iCIO Community. [Ensign]
suara.com Sumber: suara.com

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melaporkan bahwa serangan siber di Indonesia mengalami peningkatan signifikan, mencapai total 5,5 miliar kasus selama tahun 2025. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah pada tahun 2026. Laporan dari Ensign Cyber Threat Landscape 2025 juga menunjukkan bahwa ekonomi bawah tanah di Asia Pasifik semakin berkembang, dengan peningkatan aktivitas dari kelompok ransomware, Initial Access Brokers, dan hacktivist yang beroperasi secara terkoordinasi.

Inisiatif Simulasi Krisis Siber

Menanggapi situasi ini, Ensign InfoSecurity meluncurkan program simulasi krisis siber yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan siber di kalangan pemimpin teknologi Indonesia. Program ini bekerja sama dengan iCIO Community untuk melatih para pemimpin dalam menghadapi respons nyata saat insiden siber terjadi. Head of Consulting di PT Ensign InfoSecurity Indonesia, Adithya Nugraputra, menekankan bahwa momen paling kritis dalam sebuah krisis siber sering kali terjadi ketika pemimpin harus membuat keputusan penting tanpa pengalaman sebelumnya dalam situasi serupa.

“Momen tersebut adalah ketika para pemimpin harus mengambil keputusan berdampak besar tanpa pernah berlatih menghadapinya. Pelatihan simulasi ini memberikan kesempatan kepada para pemimpin teknologi Indonesia untuk berlatih mengalami langsung tekanan sebuah insiden nyata dan mempertajam respons mereka sebelum serangan sesungguhnya terjadi,” ungkap Adithya pada Kamis (18/6/2026).

Pengalaman Imersif dalam Menghadapi Krisis

Program ini, yang bertajuk "From Threat to Action: Cyber Simulation Experience", mengajak peserta untuk terlibat dalam skenario krisis siber yang terfasilitasi. Dalam sesi ini, peserta akan melalui berbagai tahap respons praktis, mulai dari pengenalan tanda-tanda awal gangguan hingga penahanan, respons, pemulihan, dan pengelolaan pemangku kepentingan. Di bawah bimbingan para spesialis keamanan siber, peserta akan dilatih untuk tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga mempertimbangkan keberlangsungan bisnis dan dampak kepada pelanggan.

Koordinator Divisi Partnership iCIO Community Periode 2024–2026, Benedict Sulaiman, menegaskan bahwa para CIO di Indonesia kini dituntut untuk lebih dari sekadar memahami teknologi. Mereka harus mampu memimpin organisasi mereka melewati krisis siber secara langsung. “Simulasi ini menempatkan para pemimpin kami tepat di jantung krisis tersebut dan menantang mereka untuk merespons, dan itu adalah jenis pengalaman nyata yang tidak dapat diberikan oleh konferensi atau diskusi panel mana pun,” jelasnya.

Peluncuran program ini menunjukkan komitmen Ensign untuk mendukung ketahanan siber di Indonesia dengan memberikan pemimpin kemampuan praktis dalam kesiapan krisis, berdasarkan intelijen ancaman nyata dan pengalaman respons insiden. Bagi iCIO Community, inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendidik anggota dan memfasilitasi pertukaran pengetahuan di antara pelaku industri, sehingga membantu mereka membangun kesiapan praktis terhadap isu-isu yang dianggap paling mendesak.

Melalui pengalaman ini, pemimpin bisnis dan teknologi di Indonesia diharapkan dapat memperoleh kejelasan dan kepercayaan diri untuk memimpin organisasi mereka ketika krisis siber benar-benar terjadi.

// Artikel Terkait