Wednesday, 01 July 2026
Kesehatan

Mengenali Nyeri Saat Berhubungan Intim: Tanda Bahaya Kanker Serviks

Nyeri saat berhubungan intim sering dialami oleh wanita, namun ada kalanya hal ini bisa menjadi indikasi kanker serviks. Penting untuk memahami perbedaan antara nyeri normal dan gejala yang memerlukan...

D
Dimas Adhyaksa Putra
27 June 2026 10 pembaca
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/pepifoto)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/pepifoto)

Jakarta - Banyak wanita yang mengalami nyeri saat berhubungan intim, dan hal ini tidak selalu menjadi pertanda adanya masalah kesehatan yang serius. Namun, jika rasa sakit tersebut muncul secara berulang, semakin parah, atau disertai dengan perdarahan setelah berhubungan seksual, maka kondisi ini perlu diperhatikan lebih lanjut karena bisa menjadi salah satu gejala kanker serviks. Oleh karena itu, penting untuk mengenali perbedaan antara nyeri yang normal dan nyeri yang memerlukan pemeriksaan medis.

Apa Itu Kanker Serviks?

Kanker serviks adalah jenis kanker yang terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal di leher rahim (serviks), bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina. Sebagian besar kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi dari beberapa jenis human papillomavirus (HPV), virus yang umumnya ditularkan melalui hubungan seksual. Sebagian besar individu dapat melawan infeksi HPV dengan sistem kekebalan tubuh mereka, tetapi pada sebagian kecil orang, virus ini dapat bertahan dan menyebabkan perubahan sel di serviks yang berpotensi berkembang menjadi kanker.

Risiko terkena kanker serviks dapat diminimalkan dengan melakukan skrining secara rutin, seperti pemeriksaan Pap smear atau tes HPV, serta mendapatkan vaksin HPV yang dapat melindungi dari infeksi virus penyebab kanker serviks. Jika kanker serviks terdeteksi, penanganan awal biasanya dilakukan melalui operasi untuk mengangkat jaringan kanker. Selain itu, pengobatan lain seperti kemoterapi atau terapi radiasi juga dapat diterapkan untuk menghancurkan sel kanker.

Gejala Kanker Serviks

Pada tahap awal, kanker serviks sering kali tidak menunjukkan gejala. Namun, seiring perkembangan penyakit, beberapa tanda yang mungkin muncul antara lain: perdarahan dari vagina setelah berhubungan seksual, perdarahan di luar siklus menstruasi, atau perdarahan setelah menopause. Selain itu, menstruasi yang lebih berat atau berkepanjangan, keputihan yang bercampur darah dan berbau tidak sedap, serta nyeri di area panggul atau saat berhubungan intim juga dapat menjadi gejala kanker serviks.

Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Prof Dr dr Yudi Mulyana Hidayat, SpOG, Subsp Onk, menyatakan bahwa nyeri saat berhubungan seksual bisa jadi merupakan gejala kanker serviks yang sudah berada pada stadium lanjut. Ia menegaskan, "Kalau ditambah lagi dengan sakit pada saat berhubungan, itu hati-hati. Stadiumnya sudah bukan di mulut rahim saja, sudah keluar dari mulut rahim." Menurutnya, nyeri yang diakibatkan oleh kanker serviks biasanya disertai gejala lain seperti perdarahan, terutama jika sel kanker telah menyebar ke jaringan di sekitar rahim.

Di sisi lain, rasa nyeri akibat penetrasi yang dalam biasanya hanya menimbulkan ketidaknyamanan tanpa disertai perdarahan. Prof Yudi menjelaskan, "Tapi kalau misalkan penetrasi ke dalam, hanya sakit saja. Karena mulut rahimnya baik-baik saja." Ia juga mengingatkan agar segera berkonsultasi dengan dokter jika nyeri saat berhubungan disertai dengan perdarahan atau gejala lain seperti keputihan yang berbau.

Kementerian Kesehatan RI menyarankan beberapa metode untuk pemeriksaan kanker serviks, antara lain:

  1. Pemeriksaan Pap Smear: Mengambil sampel sel dari leher rahim untuk mendeteksi tanda-tanda kanker pada tahap awal.
  2. Tes HPV: Untuk mendeteksi keberadaan virus HPV di leher rahim.
  3. Biopsi: Jika ditemukan tanda mencurigakan, dokter dapat mengambil sampel jaringan kecil untuk analisis lebih lanjut.
  4. Skrining dengan IVA: Pemeriksaan dengan mengoleskan asam asetat pada leher rahim untuk melihat adanya sel kanker.

Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat meningkatkan peluang kesembuhan bagi penderita kanker serviks.

// Artikel Terkait